Suara Pembaharu ideas 2018

Sangige, suarapembaharu.com - Sering bermasalahnya rute kapal perintis yang melayani antar pulau yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe turut menjadi keprihatinan Kantor Unit Penyelenggara (KUPP) Kelas II Tahuna. Tak heran, selaku instansi teknis perhubungan laut, KUPP akan mengusulkan pangkalan kapal perintis tersebut berada di Tahuna.



Hal ini dikatakan Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Mocodompis Muhaling belum lama ini. Mengawali rencana usulan dimaksud, Muhaling akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara yang selama ini menangani kapal perintis, selanjutnya usulan akan diteruskan ke Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat ini.

”Hanya ini caranya agar rute kapal perintis dapat berjalan lancar karena kita dapat mengaturnya dari Tahuna,” kata Muhaling, Selasa (19/02/2019).

Ditambahnya pula, dimana usulan pengalihan pangkalan kapal perintis ke Tahuna juga tak hanya
mempermudah pengaturan rute perjalanan kapal, tapi akan mempercepat pula perputaran perekonomian masyarakat yang ada di pulau-pulau, termasuk ketika ada warga yang sakit ketika
hendak berobat ke Tahuna tak perlu lagi menunggu kedatanga kapal sampai ber minggu-minggu.

"Kan sudah ada pengalaman baru-baru ini saat perayaan tahun baru, penumpang warga pulau terluar terpaksa harus tertahan bersama barang keperluan mereka, karena terganggunya rute pelayaran akibat dariadanya beberapa kapal perintis yang rusak,” tambah Muhaling.

Muhaling  juga berharap ada dukungan dari pemerintah setempat maupun pemerintah provinsi agar pemindahan pangkalan kapal perintis ke Tahuna secepatnya terealiisasi.

Sementara akibat dampak dari adanya gangguan rute pelayaran kapal perintis yang terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru Desember 2018, warga pulau terluar Marore dan sektiarnya sempat mendatangai rumah jabatan bupati guna mengadu nasib mereka yang cukup lama tertahan di dermaga Tahuna.

" Pak Bupati pun langsung meminta pihak Dinas Perhubungan memfasilitasi kepulangan warga dengan menggunakan kapal milik Pemkab Sangihe," tutup muhaling.

(ReynaldiTulong)

Sangihe, suarapembaharu.com - Dalam rangka memasuki Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di seluru Indonesia tahun 2019, dalam hal ini  Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe dihimbau untuk tidak terlibat Politik prakris.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sangihe, Edwin Roring


Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Edwin Roring, kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Senin (18/2/2019) kemarin.

Dalam wawancara Roring mengatakan bahwa, tahapan Pemilu saat ini tengah bergulir dan membutuhkan komitmen dari seluruh ASN yang ada di kabupaten kepulauan sangihe dalam menyikapinya untuk tidak terlibat langsung dalam pesta demokrasi ini.

Meskipun memiliki hak suara untuk menentukan pilihan sesuai dengan pribadi mereka, penegasan Sekda tersebut menyikapi indikasi ASN dilingkup Pemkab Sangihe terlibat Politik praktis.

"ASN walaupun memiliki hak suara dalam menentukan pilihan, namun ada regulasi aturan yang harus dipatuhi," katanya.

Jadi saya menghimbau kepada ASN agar tidak terlibat dalam Politik praktis, apabila terbukti maka nantinya akan ada sanksi bagi para ASN yang terlibat dalam Politik praktis tersebut.

"Apakah itu saksi sedang dan berat. Apabila terbukti tertangkap tangan sementara  mengajak, menghimbau dan memasang atribut salah satu calon itu akan mendapat tindakan atau sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku," pungkas Roring.

(ReynaldiTulong)

Tomohon, suarapembaharu.com - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya, tewas akibat sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal, Senin (18/02/2019), malam.



Peristiwa tragis tersebut, terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Senduk Jaga 3, Tombariri, Minahasa.

Sesaat usai mendapat informasi dari warga, piket Polsek Tombariri dipimpin Kanitlantas, Ipda Novi Lakaoni segera mendatangi TKP.

“Korban mengendarai Honda Revo warna hitam bernomor polisi DB 2252 FI, dan meninggal dunia di TKP akibat luka cukup parah di kepala,” ujar Ipda Novi. Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUP Prof. Kandou Manado.

Stefi Rengkung (29), warga yang tinggal di depan TKP menuturkan, dinihari itu terbangun karena mendengar suara benturan cukup keras.

Saat keluar rumah, ia mendapati korban yang diduga melaju dari Tumpaan menuju Tombariri ini, telah tergeletak di jalan beserta sepeda motornya. Stefi kemudian melaporkan hal ini ke Polsek via telepon.

Ditambahkan Ipda Novi, kasus ini dalam penanganan lebih lanjut oleh Unit Lakalantas Satlantas Polres Tomohon. Hal tersebut dibenarkan oleh Kasatlantas Polres Tomohon, AKP Doddy Arruan.

“Kami akan melengkapi berkas perkara dan mengumpulkan bahan keterangan tentang identitas korban,” pungkas Kasatlantas.

(Redaksi)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.