Suara Pembaharu ideas 2018

Kapolda Sulut, Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto bersama Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang memimpin bersama Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu Pileg dan Pilpres 2019, di lapangan Koni Sario Manado, Jumat (22/3/2019).
Manado, Suarapembaharu.com - Kapolda Sulut, Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto bersama Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang memimpin bersama Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu Pileg dan Pilpres 2019, di lapangan Koni Sario Manado, Jumat (22/3/2019).

Apel yang melibatkan kurang lebih 3000 personil TNI Polri dan segenap unsur pendukung lainnya dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama segenap Pejabat Forkopimda Sulut lainnya.

Kapolda Sulut dalam amanat Menkopolhukam RI yang dibacakannya mengatakan, pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional apakah Bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya.

Kesuksesan dan tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

"Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan," kata Kapolda dalam amanat Menkopolhukam.

Lanjutnya, Kapolda menjelaskan, pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Terkait penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya.

Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan indeks kerawanan pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan pemilu disetiap daerah.

"Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan dan ketertiban masyarakat," jelas Kapda.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan-hambatan tersebut," tambahnya.

Lanjut Kapolda, TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya pemilu serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu serentak ini.

Dikatakannya, dalam tahapan pemilu serentak ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan lainnya.

Demikian pula halnya dengan semakin menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu SARA, telah menjadi salah satu strategi bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab dalam memenangkan konstelasi pemilu.

"Sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam menentukan pilihan politiknya," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, kegiatan apel ini dilaksanakan secara serentak dan massif di seluruh wilayah Indonesia baik itu di tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten/Kota dengan melibatkan prajurit TNI-Polri dan komponen masyarakat lainnya.

"Hal ini kita laksanakan semata-mata menunjukkan bahwa negara dengan didukung oleh rakyatnya sangat serius dan bertanggungjawab agar gelaran pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti guna memilih calon legislatif dan pemimpin nasional yang berintegritas," pungkasnya.(*/tsir)

Talaud, Suarapembaharu.com - Dalam menyambut pesta Demokrasi dalam pemilihan Pilpres dan Pilcaleg nanti membutuhkan pengamanan ketat. Hal itu pun dimantapkan TNI-Polri.

Polres Talaud menggelar pasukan operasi mantap brata 2018 dalam rangka  mengamankan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 di Halaman Mapolres Kepulauan Talaud, Jumat (22/3/2019).

AKBP Prasetya Sejati,SIK didampingi Danlanal Melonguane Letkol (Mar) Augustinus Purba, SE  dan Dandim 1312 Talaud diwakili oleh Mayor ( Inf) Sy Panawa.

Tertulis amanat menkopolhukam Wiranto yang dibaca langsung Kapolres Talaud, bahwa TNI- Polri berkumpul bersama menggelar Apel kesiapaan dan komponen bangsa lainnya dalam mengamankan Pemilu Serentak.

Dalam pelakasanaan pemilu nanti, terdapat ancaman dan gangguan yang memungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggararaannya.

"Hoax menjadi salah satu lawan kita dalam menyambut pemilu serentak nanti," ucapnya.

Diakhir amanatnya,Kapolres menyampaikan  dengan penekanan utama kepada personil berupa  Pahami bahwa tugas pengamanan Pemilu serentak tahun 2019 ini adalah kehormatan dan kebanggan yang tidak dapat dinilai dengan apapun.

"Ini tidak bisa dinilai dengan apapun, ini adalah tugas mulia demi kemajuan bangsa bersama," tutupnya.

Turut hadir pada apel tersebut Bupati kepulauan  Talaud diwakili oleh Asisten 3 Gustav Atang, Kejari Talaud Sutikno,SH.MH, Danlanal Melonguane Letkol Mar Augustinus Purba, SE  dan Dandim 1312 Talaud diwakili oleh Mayor Inf Sy Panawa, Kpu, Bawaslu Kab.Kepulauan Talaud,  Pengadilan Melonguane, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan Instansi terkait serta LSM.(Ive)

Foto bersama antara Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Joseph Robert Giri dengan para peserta Diklat di Makorem 131/Santiago.
Manado, Suarapembaharu.com - Empat Pilar kebangsaan yang harus tetap dipegang teguh, karena Indonesia terus diserang dengan faham-faham yang mengancam terjadinya perpecahan.

Hal itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI Joseph Robert Giri saat memberikan materi wawasan kebangsaan kepada puluhan peserta diklat pim IV tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang digelar di Ruang Rapat Makorem 131/Santiago, Jumat (22/03/2019).

Jenderal TNI Bintang Satu ini juga menegaskan, empat pilar kebangsaan menjadi pondasi utama negara yaitu Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Danrem juga mengajak kepada peserta diklat untuk menanamkan sikap cinta tanah air dan rela berkorban demi keutuhan NKRI.

"Karena kita lahir di Indonesia, kita tinggal dan besar di negara ini dan kita hidup di negara ini," tegasnya.

Pantauan Suarapembaharu.com, diklat pim IV tahun 2019 Pemkab Minahasa Selatan ini dihadiri Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Rudolf Manopo dan Kasiop Korem Letkol Inf Akatoto.(tsir)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.