Suara Pembaharu ideas 2018

Suarapembaharu.com - Kami bercita-cita Pulau Nain akan menjadi salah satu destinasi wisata yang berkembang dengan sektor perikanan dan rumput laut sebagai unggulannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Dr. Farianna Prabandari saat memberikan bantuan ekonomi kreatif dari Balai Taman Nasional Bunaken kepada kelompok masyarakat di Pulau Nain yakni Kelompok Sinar Bahari dari Desa Nain, Kelompok Sinar Sentosa dari Desa Tatampi dan Kelompok Doa Ibu (kelompok Ibu-Ibu dalam pengolahan produk perikanan), Senin (21/1/2019).

Dalam pertemuan penyerahan bantuan tersebut juga turut dihadiri Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Aspotmar Lantamal VIII, Kolonel Laut Rumpoko.

Dengan masyarakat Bajo yang tinggal di atas air menjadikan satu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Selain itu banyak hal yang bisa ditawarkan antara lain wisata keliling kampung, wisata kuliner, wisata edukasi, wisata kegiatan nelayan tradisional, wisata bertanam rumput laut dan dengan dipaketkan dalam wisata pasir timbul (bungin) yang sudah kesohor.

"arapannya akan menjadi Pulau warna-warni untuk bagian destinasi utama pulau tersebut," harapnya.

Pihaknya juga melibatkan Lantamal VIII sebagai mitra dalam pembinaan potensi maritim untuk dapat membantu dalam pembinaan pengembangan masyarakat di Pulau Nain.

Sementara itu, Aspotmar Lantamal VIII, Kolonel Laut Rumpoko menambahkan, potensi-potensi masyarakat yang ada di Pulau Nain sangat luar biasa, apalagi rumput laut menjadi andalan.

"Usahakan hasilnya tidak hanya langsung dijual, tetapi diolah sehingga memberikan nilai lebih," imbuh Kolonel Rumpoko.

Salah satu perwakilan kelompok, Sabri Boro menyampaikan, memang kendala kami adalah belum mendapatkannya perhatian dari Pemerintah, dalam 1 blok pertanian rumput laut terdapat 75 res tali dan 1 res tali sama dengan 75 depa (100 m).

Kami bersyukur bantuan insentif ini akan menjadi modal awal pengembangan usaha kami, sehingga berharap dapat meningkatkan usaha dan kesejahteraan bagi anggota kelompok, tutup Sabri.(tsir)

Suarapembaharu.com - Lapangan Sparta Tikala kembali dijadikan sebagai tempat parkir. Lapangan yang seharusnya menjadi tempat untuk berolahraga kini disalah fungsikan oleh oknum-oknun tak bertanggung jawab.

Anehnya lagi, kendaraan roda empat yang parkir banyak dengan mobil plat merah.

Hal itu dikecewakan Billy Adam salah satu Coach SSB yang sering melatih anak-anak sepak bola. Dia mengatakan, tempat parkir dilapangan membuat anak-anak latihan menjadi tidak leluasa.

"Saya kasihan dengan anak-anak, ruang latihan mereka menjadi terbatas, dan menjadi takut kalau bolanya kena mobil,"tuturnya kepada Suarapembaharu.com, Senin (21/1/2019).

Pihak Dishub hanya berdiam diri padahal ini sudah jelas-jelas menganggu, ini tempat latihan bukan tempat parkir.

"Kami sudah berapa kali mengeluhkan ke Anggota Dewan atau pemerintah terkait tapi mereka selalu mengatakan ya ya nanti akan ditindak lanjuti tapi buktinya sampai sekarang masih terjadi,"tambahnya. (Laks)

Para pelaku pencurian di perumahan GPI.
Suarapembaharu.com - Tersangkanya  berjumlah 5 orang. Empat diantara ditangkap di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan satu tersangka diamankan di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Hal itu disampaikan Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel dalam press conference pengungkapan kasus pencurian di perumahan Griya Paniki Indah (GPI) yang terjadi pada Sabtu (12/1) lalu.

"Pelakunya antara lain Miace alias Kace alias Amaq, Nasri, Hamdi alias Andi, Achmad alias Tuan Adi, keempatnya warga NTB, dan Djoni yang merupakan warga Minahasa Utara (Minut)," ujar Kapolres.

Modusnya, para pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu dan jendela dengan cara dicongkel. Dalam menjalankan aksi mereka, pelaku menggunakan penutup wajah dan senjata tajam, menyekap para penghuni rumah, kemudian ada pelaku lain yang mengambil barang-barang berharga dari rumah korban.

"Ada juga pelaku yang berperan menunggu di kendaraan yang digunakan untuk mengantar dan meninggalkan TKP," jelas Benny sapaan akrab Kapolresta Manado sembari menegaskan para pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tegasnya.

Perss conference sendiri digelar di ruang Lobby Bharadaksa pada Senin (21/1/2019). Kapolresta Manado didampingi Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo dan Kasatreskrim Polresta Manado, Kompol Sitepu.

Diketahui, selain di perum GPI, sindikat ini juga melakukan aksinya di Kelurahan Paniki Bawah Lingkungan I, Kecamatan Mapanget dan di Perumahan Malendeng Residence Kelurahan Malendeng Lingkungan VIII, Kecamatan Paal Dua, Manado.
(datsir)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.