Suara Pembaharu ideas 2018

Makassar, suarapembaharu.com -  Menjelang pencoblosan pilgub Sulsel yang tersisa 3 hari lagi, Ummi Asyiatun politisi muda Partai Solidaritas Indonesia mengingatkan kaum muda di Sulawesi Selatan untuk memilih calon gubernur yang memiliki kepekaan terhadap pengembangan kualitas pemuda.



"Prof-Andalan, nomor urut 3 adalah pilihan yang paling tepat untuk anak muda Sulsel. Program pembangunan yang ditawarkannya sangat sesuai dengan isu yang menjadi concern anak muda Sulsel" beber Ummi, Minggu (24/06/2018).

Pengembangan teknologi dan skill untuk hilirisasi pertanian serta perikanan, kata Ummi, sebagai salah satu program unggulan Prof-Andalan akan membuat kaum muda tidak canggung kembali ke desa dengan pola bertani yang lebih modern.

 "Program Prof-Andalan untuk  pengembangan destinasi wisata andalan berkualitas internasional sangat cocok dengan kondisi kaum muda yang sangat antusias untuk usaha pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkapnya.

Ummi juga menambahkan jika Prof-Andalan terpilih Nanti akan terbuka ribuan lapangan kerja dan peluang usaha bagi entreprenur muda dengan pengembangan destinasi wisata.

"Ini adalah harapan besar yang tidak boleh disia-siakan oleh anak muda Sulsel. Tidak ada pilihan lain, anak muda Sulsel pilih nomor 3 pada pilgub 27 Juni nanti" tutupnya.

(Andreo Reza)

Manado, Suarapembaharu.com - Honda Brio Community (HBC) Regional Sulawesi Utara (Sulut) dalam waktu dekat akan menggelar Jambore Daerah ke-2 yang akan disisipi dengan game-game menarik.



Hal tersebut dikatakan Ketua Honda Brio Community (HBC), Rocky Tengker bahwa kegiatan tersebut nanti akan dipusatkan di Kawasan Mega Mas Manado pada tanggal 28-29 Juli bulan depan.

"Ada sekitar 100 peserta Honda Brio dari berbagai daerah se-Sulawesi yang siap memeriakan acara nanti, beserta dengan 20 komunitas lokal di Manado," beber pemuda potensial Rocky Tengker.

Tujuan dari kegiatan Jambore ke-2 ini, kata Rocky, untuk menjalin hubungan baik antar sesama komunitas yang berada di seluruh daerah Sulawesi dan nasional.

"Secara nasional HBC sendiri sudah terbentuk sekitar 5 tahun yang lalu dan sudah memiliki anggota aktif dari berbagai macam profesi, untuk itu dengan kegiatan Jambore ini sebagai ajang silaturahmi antar anggota serta menjalin hubungan lebih erat sesama komunitas," ungkapnya, Sabtu (23/06/2018).



Selain itu, Rocky menambahkan, para pengguna mobil Brio ini juga, akan melakukan rolling di Kota Manado dan berkunjung ke destinasi-destinasi wisata.

"Nantinya kami akan mengajak teman-teman dari daerah lain untuk kunjungi tempat-tempat wisata," pungkasnya.

(Yaser Baginda/Laks)

Sulteng, Suarapembaharu.com - Pada tahun 2018 Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah kembali mendapatkan kucuran dana dari Kementerian Pertanian, melalui Badan Ketahanan Pangan sebesar Rp.50 juta perkelompok atau setara Rp.3.750.000.000., Jika dikalikan 75 kelompok atau jumlah desa penerima bantuan dana itu.



"Besaran dana bantuan itu akan dialokasikan pada 75 Kelompok yang tersebar pada 13 Kabupaten dan Kota di Sulteng." Kata Ir. Muhidin MM, Kepala Bidang Konsumsi Dan Penganekaragaman Pangan, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Kamis, (21/06/2018).

Menurut Muhidin, pada tiap kabupaten dan kota masing-masing terdiri dari enam kelompok atau enam desa dengan alokasi dana yang diberikan sebesar Rp. 50 juta perkelompok, yang akan dibagi pada lima komponen kegiatan.

Diantaranya, Pengembangan kebun bibit desa. Yaitu, kebun bibit desa untuk memasok kebutuhan bibit tanaman bagi anggota kelompok dan masyarakat, sehingga tercipta kesinambungan kegiatan.

Kemudian, Pengembangan demplot. Demplot atau Demontration Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Selain itu, demplot bisa berupa Inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru), Pemupukan dan lain-lain, disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Selanjutnya, pengembangan pekarangan, untuk kelompok ini diharuskan memiliki 30 anggota rumah tangga. Kemudian, pengembangan kebun sekolah, diperuntukan untuk desa yang memiliki sekolah. Akan tetapi jika desa itu tidak terdapat sekolah maka akan dialihkan ke desa lainnya. Dan pengembangan menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) adalah, aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah seimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dan tidak tercemar bahan berbahaya yang merugikan kesehatan.

"Salah satu prioritas utama penerapan program tersebut adalah daerah yang banyak mengalami kasus Stunting (pertumbuhan anak dibawah normal). Menurut Bapenas ada 100 kabupaten salah satunya Sulteng di Kabupaten Banggai, Ada 10 desa,"Jelas Muhidin.

Selanjutnya kata Muhidin, dengan adanya lima program unggulan badan ketahanan pangan ini, salah satunya dapat dilihat realisasinya di desa Mpanau kabupaten Sigi.

"Pemanfaatan pekarangan terbukti sudah berjalan baik  ini  salah satunya di kabupaten sigi desa mpanau sudah berkelanjutan dan hasil produksinya sudah dipasarkan di  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Sebelumnya kata Muhidin kegiatan ini sudah berjalan beberapa tahun. Di tahun 2017 nilai bantuan dibawah Rp.50 juta atau berkisar Rp. 15 juta perkelompok.  Pada tahun 2017 bantuan yang diberikan berkisar Rp.15 juta dan saat ini berkisar Rp 50 juta, mengingat nilai keberhasilan yang dibutuhkan untuk tiap kelompok dan program kegiatan ini sudah dalam pengawasan tim kepresidenan," ungkap Muhidin.

(R. Nur)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.