Suara Pembaharu ideas 2018

Manado, suarapembaharu.com - Anggota DPRD Kota Manado Syarifudin Saafa, menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Manado untuk menjaga daerah ini tetap aman dan damai.


Himbauan tersebut disampaikannya terkait dengan aksi penolakan kedatangan Habib Muhammad Bahar Bin Ali Bin Smith dan Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-Athos di Manado oleh sejumlah ormas adat Minahasa.

“Manado milik bersama, Manado Kota  yang tumbuh dan berkembang dan dicintai bersama. Menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaganya,” kata Saafa, Senin (22/10/2018).

Saafa menjelaskan, jika terjadi issu sara misalnya, yang rugi kita sendiri termasuk juga mereka yang bertikai bahkan anak-anak kita masa depan generasi muda kita akan rugi dan pembangunan akan terhenti

“Berdasarkan hasil survei tahun 2017, Manado adalah kota toleran. Sehingga perlu dipahami semua sektor penunjang pembangunan parawisata yang menjadi unggulan Kota Manado harus aman termasuk bandara,” jelasnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Manado ini juga menghimbau kepada masyarakat jangan search-search informasi yang tidak valid dan memintah pemerintah harus mengambil peran untuk informasi yang resmi.

“Jika terjadi persoalan pemerintah yg harus tampil, memberikan koreksi dan kebijakan serta memberikan asupan informasi yang valid supaya publik menerima informasi yang benar dan bukan dari pihak lain,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah bukan memonopoli informasi tapi jika ada berita hoax aparat bisa melakukan upaya-upaya hukum.

“Kita berharap situasi ini segera selesai. Kedepan apapun yg kita lakukan pemerintah harus hadir karena ini untuk memastikan semua berjalan dengan baik dan untuk kepentingan kita bersama, mari torang jaga bersama, torang samua basudara, torang samua ciptaan Tuhan, torang bertetangga, beda agama, beda suku, beda golongan, jangan karena ada peristiwa tertentu torang menjadi renggang,” imbau Bang Syarif sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Saafa menegaskan pentingnya koordinasi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan dan peran FKUB dan BKSAUA penting untuk tindakan preventif dan esukasi terhadap hal-hal yang tidak baik.

“Torang kan enak, natal dijaga oleh umat muslim, idul fitri di jaga oleh umat kristen semua karena ada koordinasi. Makanya pemerintah harus hadir untuk memberikan informasi yang benar kepada publik,” kuncinya. (Laks)


Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto saat foto bersama dengan Pejabat baru dan pejabat lama Danlantamal VIII Manado.
Manado,Suarapembaharu.com - Serah terima jabatan (Sertijab) merupakan hal biasa dalam sebuah instansi khususnya di tubuh TNI, sertijab ini sekaligus pembinaan di bidang personel Tour of Duty dan Tour of Area, sehingga akan tercipta penyegaran terhadap ide-ide pemikiran dan kualitas kinerja, baik organisasi maupun personel.

Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto saat memimpin upacara Serah terima jabatan Komandan Lantamal (Danlantamal) VIII Manado, di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya. Jumat (19/10/2018).

Pergantian pejabat Danlantamal VIII dari Laksamana Pertama TNI Ahmadi Heri Purwono kepada Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta, mantan Kadispenal yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) ke 33 Tahun 1988.

Pangkoarmada II menjelaskan, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) merupakan komando pelaksana dukungan yang merupakan salah satu komponen kekuatan sistem senjata armada terpadu.

"Lantamal sendiri memiliki tugas menyelenggarakan dukungan tempur, dukungan logistik, dukungan administrasi dan dukungan khusus bagi unsur-unsur TNI AL khususnya jajaran Koarmada II," jelasnya.

Jenderal TNI Bintang Dua ini menekankan lima poin penting kepada pejabat baru Danlantamal VIII agar terus tingkatkan.

"Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua cermati dinamika lingkungan strategis terutama yang berkonsekuensi terhadap pelaksanaan tugas Koarmada II, ketiga laksanakan tugas dengan skala prioritas, efisiensi anggaran yang ada, dan tertib administrasi, keempat bangun profesionalisme prajurit yang bermoral dan beretika, kelima yakinkan bahwa semua kegiatan pembinaan dan operasi telah memenuhi aturan yang berlaku, baik secara hukum maupun standar operasional," tegas Yulianto.

Hadir dalam acara tersebut, Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Erwin S. Aldedharma, Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Kisdiyanto, Danlantamal VI Laksma TNI Dwi Sulaksono, Danlantamal XIII Laksma TNI Judijanto dan para Asisten Pangkoarmada II, para Sahli Pangkoarmada II, para Kasatker Pangkoarmada II, dan Komandan Unsur yang berada di Pangkalan.
(tsir)


Dirjen Imigrasi RI Dr. Ronny Sompie bersama Plt Kakanwil Kemenkumham Sulut Bpk Murdjito.
Manado,Suarapembaharu.com - Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Ronny Sompie sambangi Kanwil Kemenkumham Sulut.
Tujuan kedatangan Dirjen Imigrasi ini untuk melihat langsung kesiapan pelayanan imigrasi di Sulut.

"Ini kunjungan kerja saya terkait ke-imigrasian di Sulut, dan melihat langsung pelayanan publik imigrasi dalam paspor," kata Sompi saat diwawancarai awak media di Kanwil Kemenkumham Sulut, Jumat (19/10/2018).

Selain melakukan kunjungan kerja, kehadiran Sompi di Sulut ini untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Dharma Karyadhika ke-73.

"Tadi kita sama-sama melaksanakan jalan sehat bersama Plt Kakanwil dan suluruh jajaran ASN Kanwil Kemenkumham Sulut," ujar Sompie.
Ia juga mmeghimbua kepada seluruh instansi terkait untuk mengawasi WNA di Indonesia khususnya di Sulut.

"Semua instansi terkait hingga ditingkat kelurahan juga memeliki kewenanga untuk mengawasi orang asing di satu wilayah. Jika orang asing itu melakukan sebuah kegiatan atau yang melanggar hukum bisa ditindak oleh aparat," ujar Sompie.

Selain itu, orang asing yang datang di Indonesia untuk meningkatkan pariwisata itu merupakan upaya oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian.

"Oleh karena itu bagaimana kita bersama-sama menjadikan Sulut sebagai objek wisata yang baik, bagaimana kita mendukung pemerintah dalam meningkatkan pariwisata yang ada di Indonesia khususnya di Sulut," terang Dirjen Imigrasi.

Namun kita juga harus waspadai gerak-gerik dari WNA, jika melakukan hal-hal yang negatif, langsung dilaporkan ke pihak imigrasi atau ke pihak pemerintah kelurahan atau kecamatan.
(tsir)


Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.