Suara Pembaharu ideas 2018

Sulteng, Suarapembaharu.com - Pada tahun 2018 Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah kembali mendapatkan kucuran dana dari Kementerian Pertanian, melalui Badan Ketahanan Pangan sebesar Rp.50 juta perkelompok atau setara Rp.3.750.000.000., Jika dikalikan 75 kelompok atau jumlah desa penerima bantuan dana itu.



"Besaran dana bantuan itu akan dialokasikan pada 75 Kelompok yang tersebar pada 13 Kabupaten dan Kota di Sulteng." Kata Ir. Muhidin MM, Kepala Bidang Konsumsi Dan Penganekaragaman Pangan, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Kamis, (21/06/2018).

Menurut Muhidin, pada tiap kabupaten dan kota masing-masing terdiri dari enam kelompok atau enam desa dengan alokasi dana yang diberikan sebesar Rp. 50 juta perkelompok, yang akan dibagi pada lima komponen kegiatan.

Diantaranya, Pengembangan kebun bibit desa. Yaitu, kebun bibit desa untuk memasok kebutuhan bibit tanaman bagi anggota kelompok dan masyarakat, sehingga tercipta kesinambungan kegiatan.

Kemudian, Pengembangan demplot. Demplot atau Demontration Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Selain itu, demplot bisa berupa Inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru), Pemupukan dan lain-lain, disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Selanjutnya, pengembangan pekarangan, untuk kelompok ini diharuskan memiliki 30 anggota rumah tangga. Kemudian, pengembangan kebun sekolah, diperuntukan untuk desa yang memiliki sekolah. Akan tetapi jika desa itu tidak terdapat sekolah maka akan dialihkan ke desa lainnya. Dan pengembangan menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) adalah, aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah seimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dan tidak tercemar bahan berbahaya yang merugikan kesehatan.

"Salah satu prioritas utama penerapan program tersebut adalah daerah yang banyak mengalami kasus Stunting (pertumbuhan anak dibawah normal). Menurut Bapenas ada 100 kabupaten salah satunya Sulteng di Kabupaten Banggai, Ada 10 desa,"Jelas Muhidin.

Selanjutnya kata Muhidin, dengan adanya lima program unggulan badan ketahanan pangan ini, salah satunya dapat dilihat realisasinya di desa Mpanau kabupaten Sigi.

"Pemanfaatan pekarangan terbukti sudah berjalan baik  ini  salah satunya di kabupaten sigi desa mpanau sudah berkelanjutan dan hasil produksinya sudah dipasarkan di  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Sebelumnya kata Muhidin kegiatan ini sudah berjalan beberapa tahun. Di tahun 2017 nilai bantuan dibawah Rp.50 juta atau berkisar Rp. 15 juta perkelompok.  Pada tahun 2017 bantuan yang diberikan berkisar Rp.15 juta dan saat ini berkisar Rp 50 juta, mengingat nilai keberhasilan yang dibutuhkan untuk tiap kelompok dan program kegiatan ini sudah dalam pengawasan tim kepresidenan," ungkap Muhidin.

(R. Nur)

Bitung, Suarapembaharu.com - Suka dengan sajian kuah hangat? tentu wajib coba makanan yang satu ini. Sop kaki kambing buatan Mas Slamet yang gurih hangat dan sangat pas dinikmati saat udara dingin.



Kuah gurih yang sedap dengan paduan santan terasa sangat lezat. Apalagi dicampur dengan jerohan kambing dan juga kaki kambing yang kenyal. Di kota Bitung ternyata ada yang jual sop kaki kambing yang enak.

Sop Kaki Kambing milik Mas Slamet, terletak di Jln. Wolter Mongensidi, di depan Dodik Secata Rindam XIII Merdeka yang hanya menggunakan warung tenda sebagai tempatnya.

Di bagian depanya terdapat spanduk besar yang bertuliskan "Sop Kaki Kambing Khas Jakarta Tanah Abang Mas Slamet".

Sesuai nama yang diusung, Sop Kaki Kambing Mas Slamet memiliki bahan baku berupa kaki kambing yang dicampur dengan jeroannya.



Campuran kikil dan jeroan kambing memang sering dihindari para pecinta kuliner yang memiliki kolesterol tinggi.

Namun kekhawatiran akan kolesterol bisa terlupakan saat sup kaki kambing ini disajikan di hadapan Anda.

Lembutnya daging yang menempel pada tulang kaki, memberi kenikmatan tersendiri saat melahapnya.

Untuk kuahnya, Sop Kaki Kambing Mas Slamet memiliki kuah yang berwarna putih kekuningan.

Warna putih tersebut didapatkan dari campuran susu, santan, dan kaldu daging kambing.

Harum aroma kuahnya yang bercampur dengan sejumlah rempah membuat hidangan berkuah ini mampu menggugah selera.

Satu porsi sop kaki kambing ini disajikan di dalam mangkuk bersama daging dan emping, dilengkapi dengan taburan bawang goreng dan daun bawang.

Agar membuat rasanya terasa sempurna dan menyegarkan, Anda perlu menambahnya dengan sambal cabai rawit dan perasan jeruk nipis.

Tak hanya Sopo Kaki Kambing, Mas Slamet juga menyediakan menu Sop Kaki Sapi bersama dengan Nasi goreng Kambing dan Nasi goreng Sapi.

Mas Slamet menuturkan usaha ini sudah lama dirintis, untuk di kota Bitung sendiri sebagai cabang.

"Usaha ini sudah lama, Sudah ada berapa tempat yang di buka," pungkas Mas Slamet, Kamis (21/06/2018).

(Yaser Baginda)

Sangihe, Suarapembaharu.com - Terobosan demi terobosan terus diperlihatkan kedua pemimpin Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME, dan Wakil Bupati Helmud Hontong SE (Gahagho). Nyatanya, kedua pemimpin tersebut melaksanakan Halal Bi'Halal bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Muslim dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe.



Dimana baru kali ini kegiatan Halal Bi'Halal dilaksanakan di pendopo rumah jabatan Bupati, Kamis (21/6/2018) dari tahun-tahun sebelumnya, yang biasa dilakukan hanya syukuran tahun baru.

Dikesempatan Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME, dalam sambutanya mengatakan, puji dan syukur patut dipersembahkan kehadirat Allah Subahanahu Wata'Allah, dikesempatan ini segala rahmat dan Ridhonya masih diberikan hingga kita dalam keadaan sehat walfaiat, dan dapat memulai aktifitas dan tanggungjawab kita bersama. Setelah melewati bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri kita tetap mengeratkan tali silahturahmi lewat acara Halal Bi'halal pemerintah dan segenap ASN dilingkup Pemkab Sangihe.

"Saya berterimakasih dan mengapresiasi, karena lewat Halal Bi'Halal nilai-nilai religius tetap kita dapatkan yaitu membangun nilai kebersamaan dan persaudaraan antar sesama umat Muslim, teristimewah antar sesama manusia. Selain itu menjaga tali silahturami pemerintah denga segenap ASN," kata Gaghana.

Sesungguhnya jelas Gaghana, dari setiap perjuangan untuk meraih kemenangan dan kembali Fitri, selalu ada rasa syukur kepada sang Khalik Tuhan yang Maha Esa sekaligus mengantar setiap umatnya kepintu gerbang kesucian. Untuk itu, saya mengajak seluruh ASN.

"Agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, jalin silahturahmi serta mempererat tali persaudaraan dan melakukan hal-hal yang memuliahkan Allah Subahanahu Wata'Allah," ungkap Gaghana

"Mari kita satukan perbedaan pendapat dan terbebas dari berbagai bentuk ketidak seimbangan, mari lebih memperkokoh rasa persaudaraan sejati dan terus meraih keberhasilan pembangunan daerah serta meningkatkan keuletan dan ketangguhan. Saling maaf-memaafkan dan saling bersilahturahmi lebih mengeratkan Ukuwah Islamiah," sambungnya

Ditambahkanya, sebagai pemerintah bersyukur dan bertetimakasih kepada jajaran ASN yang telah bersama dengan pemerintah menjaga dan mengambil bagian dalam memelihara kerukunan dan ketentraman selama bulan suci Ramadhan. Mengingat mayarakat Sangihe adalah masyarakat yang majemuk.

"Pemerintah berharap, kiranya bangunan sendi-sendi sosial dalam bertoleransi dan hidup rukun harus terus ditransformasi dan diterjemahkan keseluruh aktifitas keseharian," tuturnya.

(Enal)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.