Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com - Sejumlah warga Lembeh dikagetkan dengan adanya seorang ibu rumah tangga ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya sendiri yang berada di Kelurahan Papusungan Lingkungan IV Rt 14, Jumat (20-10-2017).


Perempuan yang gantung diri tersebut diketahui bernama Yunita Pulakain (39) warga kelurahan setempat, diduga korban mengalami depresi akibat dengan penyakit yang diderita sejak lama sehingga sering berusaha untuk melakukan bunuh diri.

Berdasarkan keterangan Ibu korban, sudah dua kali korban melakukan usaha bunuh diri, tetapi berhasil digagalkan.

"Percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri ini sudah dua kali, namun dapat diketahui oleh pihak keluarga sehingga dapat dicegah perbuatan tersebut," jelas ibu Korban Arista Takahelo.

Sementara itu, Kapolsek Lembe Selatan Iptu Barnabas Kotta membenarkan dengan adanya kejadian tersebut.

"Dugaan semntara korban mengalami depresi akibat penyakit yang dialaminya," singkatnya.

Reporter : Yaser Baginda
Editor     : Arham Licin


Jakarta,Suarapembaharu.com -Mesin Pemanen Bawang Merah ini selain dapat dipergunakan untuk memanen bawang merah, juga dapat digunakan untuk memanen produk hortikultura lainnya seperti bawang putih, kacang tanah dan kentang. Mesin ini merupakan hasil inovasi terbaru yang dihasilkan oleh Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) yang telah dilaunching oleh Menteri Pertanian, 24 Agustus 2017 yang lalu.

Kepala BBP Mektan Andi Nur Alam Syah dalam keterangannya, mesin ini di design sebagai implemen yang berfungsi untuk memanen bawang merah dan produk hortikultura lainnya, sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan traktor baik roda dua maupun roda empat. Implemen ini digandengkan dengan traktor roda empat sehingga mempunya kapasitas tinggi. Mesin panen ini menggunakan daya putar Power Take Off (PTO) - 250 rpm sebagai tenaga penggeraknya.

" Alsin yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui BBP Mektan pada tahun 2017 ini, dapat memanen umbi lebih cepat, efektif dan efisien, dibandingkan tenaga manusia. Alsin ini dilengkapi dengan kemampuan untuk menggali umbi, mangambil dan memisahkan tanah dari umbi," jelas Andi Nur, Jum'at (20-10-2017).

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang memiliki arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari penggunaannya sebagai bumbu masak yang dibutuhkan sehari-hari maupun dari nilai ekonominya yang tinggi. Oleh sebab itu perbaikan cara-cara budidaya mulai dari persiapan lahan, penerapan teknik budidaya, perbaikan penanganan panen dan pascapanen, prosessing, dan pemasaran perlu dilakukan agar hasil panen bawang merah mempunyai nilai tambah, menghasilkan produk yang bermutu dan berdaya saing. Salah satu unsur untuk mendukung kegiatan di atas maka dengan menggunakan mesin pemanen bawang merah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kendala panen oleh petani.

Menurut Kepala BBP Mektan, keunggulan mesin ini adalah dapat memanen bawang merah dengan cepat, sehingga efisien penggunaan tenaga kerja dan waktu dalam pemanenan bawang merah. Mesin ini mempunyai kapasitas lapang 0.24 ha/jam (4.17 jam/ha), kecepatan kerja 1.5 - 20 km/jam dan lebar kerja 120 cm dengan putaran dari Power Take Off (PTO) - 250 rpm, untuk pemanenan bawang merah.

Editor : Arham Licin
Sumber Kementerian Pertanian RI

Bitung, suarapembaharu.com - Lagi-lagi pelanggaran ketenagakerjaan di Kota Bitung satu persatu mencuat ke publik, Jumat (20-10-2017).


Kali ini, PT Golden Bridge Internasional diadukan ke Disnakertrans oleh 13 pekerja karena memberhentikan tenaga kerja secara sepihak.

Hal ini terungkap, ketika di mediasi ternyata perusahan yang bergerak di sektor perikanan ini bukan hanya tidak membayar hak-hak karyawan, namun selama ini persuhan tersebut membayar upah dibawah Upah Minimun Provinsi (UMP) serta tidak mengikutsertakan pekerja dengan program BPJS.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Bitung Esthepanus Sidangoli, mengutuk keras dengan tindakan perusahan yang melanggar undang-undang.

"Prihatin dengan kejadian ini, sangat tak masuk akal perusahan yang selama ini beraktifitas dan sudah jelas-jelas melakukan pelanggaran namun hanya di tonton pemeritah terkait kita, sudah dua kali diajak mediasi perusahan tersebut tidak menghadiri panggilan," jelasnya.

Kali ini sanggupkah pemerintah melindungi hak-hak tenaga keraja kita di Bitung,?

"Kami menanti moU BPJS dengan kejaksaan," tutur pria yang biasa disapa Petu.

Reporter : Yaser Baginda
Editor      : Arham Licin

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.