Suara Pembaharu ideas 2018

Ilus Catur


Bitung, suarapembaharu.com - Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bitung, Uyun Musa, dinilai tak mampu membawah perwakilan di Seleksi Pra Pon Sulut.

Hal tersebut terungkap, ketika lima orang atlet yang mewakili kota Cakalang ini tumbang dalam seleksi tahapan pertama (Swiss), pada pekan lalu.

"Yang lolos mewakili Sulut itu hanya empat perwakilan dengan lima atlet yaitu, 1 atlet Kotamobagu, 1 Bolmong, 1 Minahasa Utara, dan 2 atlet dari Manado," ucap Wakil Ketua Percasi Sulut, Herry Benyamin kepada suarapembaharu.com.

Dari salah satu atlet mewakili Kota Bitung, Lily Taha membenarkan bahwa perwakilan yang dipimpin oleh Uyun Musa ini kalah dibabak awal.

"Baru babak awal sudah kalah, hingga tak bisa lolos di delapan besar," ucap Taha, Kamis (21/03/2019).

(YaserBaginda)

Korban Erik Kodato


Minsel, suarapembaharu.com - Seorang nelayan bernama Erik Kodato (27), warga Boyongpante Dua, Sinonsayang, Minahasa Selatan (Minsel), tewas usai melaut pada Rabu (20/03/2019) kemarin.

Informasi diperoleh Polsek Sinonsayang berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sempat mengalami sesak nafas sesat usai menyelam untuk mencari ikan, di perairan Nonapan, Poigar.

Korban diketahui menggunakan mesin kompresor sebagai alat bantu pernafasan.

Kapolsek Sinonsayang, Iptu Mulyadi Lontaan mengatakan, korban sempat diperiksa oleh bidan desa setempat namun sesaat kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

“Hasil pemeriksaan medis menerangkan bahwa korban mengalami serangan jantung, tekanan darah naik, sesak nafas yang kemudian meninggal dunia. Diduga akibat menghirup udara kotor dari kompresor,” tutup Kapolsek.

Barang bukti


Sitaro, suarapembaharu.com - Kecelakaan lalulintas (lakalantas) terjadi di Jalan Raya Kampung Barangka Pehe, tepatnya di depan Rumah Makan Sederhana, Tagulandang, Sitaro, Selasa (19/03/2019), sekitar pukul 20.30 WITA.

Melibatkan antara sepeda motor Yamaha Mio DL 3856 C dikendarai pelajar kelas 2 SMA berinisial MGM (19) berboncengan dengan temannya, VIT (19), warga Kampung Haasi, kontra seorang perempuan pejalan kaki, Juspince Anthonie (67), warga Kampung Barangka Pehe.

Informasi diperoleh, pengendara sepeda motor melaju dari Kampung Haasi menuju Kelurahan Balehumara dalam kecepatan tinggi. Saat di TKP, korban tiba-tiba muncul dari samping rumah makan dan langsung menyeberang, diduga tanpa melihat situasi jalan.

Jarak terlalu dekat, kecelakaanpun tak dapat dihindari. Benturan cukup keras mengakibatkan korban terpental hingga beberapa meter di badan jalan.

Sesaat usai kejadian, pengendara sepeda motor bersama warga sekitar langsung mengevakuasi korban ke RSUD Batuline, Tagulandang.

Korban yang mengalami luka cukup parah akhirnya meninggal dunia, Rabu (20/03), sore. Sementara itu pengendara dan pembonceng sepeda motor mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh mereka.

Kasubbag Humas Polres Kepulauan Sangihe, Iptu Jacob Sedu membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Pihak kepolisian telah mengamankan pengendara dan kendaraan, olah TKP serta meminta keterangan saksi. Kasus ini dalam penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Redaksi)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.