Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, suarapembaharu.com - Guna untuk membantu pembangunan dan daerah dan pelayanan bagi masyarakat, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, diminta agar dapat bekerja sesuai koridor.



Hal ini dikatakan Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME, kepada sejumlah wartawan.

Bupati mengatakan, dalam bekerja setiap ASN agar senantiasa berada di dalam koridor dan rambu-rambu yang benar.

"Selain itu ASN harus bekerja sejalan dengan cita-cita pelayanan kepada masyarakat," katanya, Jumat (20/07/2018)

Bupati menjelaskan, di samping solidaritas dan soliditas yang tinggi, ASN dituntut agar mampu tampil sebagai aparatur dengan memiliki kompetensi dan menjadi motor penggerak reformasi birokrasi di pusat dan daerah.

"Terkait pelayanan prima, saya juga meminta ASN agar terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan," tutur Gaghana.

(ReynaldiTulong)

Sangihe, suarapembaharu.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tahuna menggelar Bhakti sosial donor darah dan ikatan Adhayaksa Dharmakartini dalam rangka hari Bhakti Adhayaksa ke 58 tahun 2019, bekerjasama dengan Polres Sangihe dan Kodim 1301 Sangihe, Jumat (20/7/2018) di Aula Kejari Tahuna.



Kepala Kejaksaan Negeri Tahuna Muhamad Irwan Datuinding SH MH kepada sejumlah wartawan mengatakan.

Donor darah yang dilaksanakan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Adhyaksa ke 58 tahun, sementara itu untuk kantung darah akan diberikan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Sangihe.

"Kegiatan donor darah ini dalam rangka HUT Adhyaksa yang ke 58 tahun, dan kantung darah ini nantinya akan diserahkan ke PMI bagi masyarakat yang membutuhkan darah," kata Datuinding.

"Untuk target kantung itu tidak ada, tapi yang kita inginkan itu minimal 25 kantung darah," sambungya.

Untuk itu Datuinding berharap, dengan dilaksanakanya bhakti sosial donor darah ini, dapat bermanfaat bagi masyarakat saudara kita yang membutuhkan darah.

"Harapanya dengan donor darah yang telah kami berikan saat ini yang bekerjasama dangan pihak Polres dan Kodim 1301 Sangihe, kiranya dapat bermanfaat dan berguna bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan darah. Dikarenakan hampir diseluruh tempat masih banyak yang kekurangan darah," ungkap Datuinding.

Sementara itu Dandim Kodim 1301 Sangihe Letkof Inf Saiful Parenrengi terkait kerjasama dengan pihak Kejari Tahuna Dirinya mengatakan, apabila ada kegiatan donor darah seperti yang dilaksanakan pihak Kejari ini, itu ada anggota yang diwakilkan dan untuk setiap hari mendonorkan darah itu juga ada anggota khusus.

"Kalau setiap kegiatan seperti ini memang ada orang tertentu yang kita wakilkan untuk donor darah, tapi ada juga anggota yang siap untuk membantu masyarakat sewaktu-waktu membutuhkanya, seperti di rumah sakit itu hampir setiap hari mereka meminta darah dan ada anggota yang dikhuskan untuk mendonorkan darah," tutur Parenrengi.

(ReynadiTulong)

Sangihe, suarapembaharu.com - Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe Helmud Hontong SE, pimpin apel dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Jumat (20/7/2018) di sentra kuliner Dinas Kelautan dan Perikanan. Dalam kegiatan ini dihadiri Kepala Kejaksaan Negari (Kejari) Tahuna Muhamad Irwan Datuinding SH MH, anggota TNI/Polri, sejumlah Kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran ASN dilingkup Pemkab Sangihe, para siswa/siswi.



Wabup Helmud Hontong SE, saat membawakan sambutan mengatakan, puji dan syukur patut kita panjatkan kehadirat Tuhan yang masa Esa, atas rahmat dan hidyahnya hari ini kita dapat berkumpul dengan rasa sukacita dan bahagia. Sejumlah kasus Narkoba beberapa tahun terakhir tampak mengejutkan bangsa Indonesia.

"Hal ini terlihat dari penyeludupan dan peredaran gelap Narkoba yang masuk kedalam wilayah Indonesia yang tidak hanya terjadi di wilayah daratan melainkan terjadi di wilayah perairan," kata Hontong

Lanjutnya, peran besar terhadap Narkoba menuntut seluruh komponen masyarakat maupun elemen bangsa untuk bergerak secara aktif melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara.

"Kejahatan Narkotika merupakan kejahatan luar biasa yana harus diatasi secara serius, apabila tidak ditanggulangi dapat digunakan salah satu senjata dalam melumpuhkan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara," lanjutnya.

Wabup menjelaskan, masalah yang ditimbulkan oleh narkoba akan terus menggerogoti Bangsa dari hulu sampai hilir, dari generasi ke generasi dan menjadi ancaman terbesar bagi bonus demografi bagsa kita pada 2030 nanti.

"Karena jika maslah narkoba tidak ditanggulangi maka bonus demografi penduduk kita akan menjadi beban bangsa, generasi muda sebagai estafet perjuangan bangsa akan dirusak oleh narkoba. Hal ini menjadi ancaman serius terhadap eksistensi negara yang berdampak pada ketahanan nasional," jelas Hontong.

Dalam mengatasi permasalahan narkoba Hontong menjelaskan, diperlukan strategi khusus, yaitu kesinambungan penenganan antara pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan.

"Pengekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutuskan mata rantai pemasok narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutuskan mata rantai para pengguna narkoba yang ketergantungan untuk mendapatkan perawatan atau rehabilitasi," ungkap Hontong.

Kegiatan selanjutnya jalan sehat, senam zumba, dan pemeriksaan kesehatan.

(ReynaldiTulong)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.