Suara Pembaharu ideas 2018

Bitung, suarapembaharu.com - Wali Kota Bitung, Max Lomban memanggil management PT Agro Makmur Raya (AMR) dan PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Rabu (12/09/2018).


Kedua perusahaan minyak kelapa itu dipanggil Wali kota untuk menghadiri pertemuan terkait keluhan warga Kelurahan Madidir Unet dan Madidir Ure soal dugaan pencemaran udara.

Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sadat Minabari dan Kepala Dinas Kesehatan, dr Franky Soriton, perwakilan komisi C DPRD dan perwakilan warga.

Wali kota menegaskan, pihaknya tidak memprioritaskan siapapun dalam menyikapi masalah itu.

“Sebab pada intinya, Pemkot Bitung sangat melindungi investor untuk masuk di Kota Bitung, akan tetapi pihak perusahan juga harus mentaati aturan-aturan yang ada seperti aturan lingkungan hidup,” katanya.

Pengembangan perushaan dan operasional produksi jangan sampai masyarakat yang menerima dampaknya.

“Ini akibat ketidaktaatan perusahaan dalam hal meminimalisir akan terjadinya polusi udara. Kami harapkan ada terobosan dan upaya pihak perusahaan dalam meminimalisir soal dugaan polusi udara yang pasti mengganggu masyarakat sekitar,” katanya.

Pertemuan itu kemudian dipimpin Sekda serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang mewajibkan kedua perusahaan itu melakukan upaya menekan dan meminimalisir terjadinya polusi udara.

“Kami memberikan waktu sampai satu bulan. Jika tidak ada upaya dari perusahaan, kami akan memberikan sanksi tegas yang berupa sanksi administrasi,” katanya.

Warga menyampaikan terimakasih kepada Wali kota dan jajarannya yang telah menindaklanjuti keluhan mereka.

Namun sayangnya kata salah satu perwakilan warga, Charles Saranti, pihak PT AMR hanya mengirimkan perwakilan yakni Humas, Suwandi yang tak bisa mengambil keputusan.

“Itu yang sangat kami sayangkan, padahal jika yang hadir management yang bisa mengambil keputusan maka keluhan kami akan langsung terjawab,” kata Charles.

Menurutnga, keluhan warga soal PT AMR tidak hanya polusi udara seperti debu sisa olahan batubara yaitu tumpukan flay ash serta cerobong boiler mengakibatkan debu hitam berterbangan.

“Belum lagi serangga logong yang ikut bersama abu Copex/Bungkil serta PHK sepihak yang dilakukan PT AMR terhadap warga sekitar perusahaan yang perlu ditanggapi langsung oleh pihak yang bisa mengambil keputusan,” katanya.

Akhir pertemuan, kedua perusahaan berkomitmen untuk segera memperbaiki sistem penanganan dampak dari masalah yang dikeluhkan warga sekitar dengan menambah frekuensi dan mencari upaya-upaya lainnya.

Dan pihak Dinas Lingkungan Hidup akan melayangkan surat teguran kepada PT AMR dan MNS untuk segera membenahi dugaan polisi udara.

(YaserBaginda)

Manado, suarapembaharu.com - Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Itulah istilah yang pas untuk pelaku pencurian Handphone.


Kepolisian yang dibawah kepemimpinan Kapolsek Wenang Kompol Syiaful Wachid SH SIK itu, pada Rabu, (19/09/2018) sekitar pukul 05.00 wita, bertempat di kamar Hotel Central Jalan Samrat, pihkanya berhasil mengungkap dan mengamankan tersangka kasus pencurian handphone (HP) di 20 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polsek Wenang.

Pelaku diketahui seorang pengangguran asal Kampung Kodo, Lingkungan II, Kecamatan Lawangirung Wenang, berinisial JB (18).

Kapolsek mengatakan, bahwa TKP tersebar diberbagai lokasi serta sudah meresahkan masyarakat.

"Sudah banyak tempat, ada yang di Kawasan Megamas, ada yang di warung, ada juga di masjid. Paling terakhir TKP nya di Pinaesaan," sebut perwira berpangkat satu bunga melatih emas itu.

Lanjut mantan Kanit Reskrim Polresta Manado ini membeberkan, untuk aksi 'tangan panjang' nya itu rata-rata dilakukanya kepada orang terdekatnya.

"Rata-rata aksi yang dibuatnya sudah ketahuan sama yang punya sehingga langsung dikembalikan karena kebanyakan korban adalah teman temannya jadi gampang ketahuan. Dari aksinya itu, teman-temanya juga tidak sempat membuat laporan karena menilai masih ada ikatan pertemanan," jelas kapolsek.

Meski begitu, kata kapolsek, hal ini justru tidak membuat JB berhenti berkarya melakukan tangan panjangnya.

"Saat ini tersangka masih dalam proses pengembangan dan penyidikan petugas. Untuk pasal yang dipersangkakan yakni pasal 362 KUHP yang berbunyi barrangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah," jelas perwira yang dikenal akrab dengan kalangan pers itu.

(NanangNoholo)

Bitung, suarapembaharu.com - Kewajiban sebuah perusahaan membayar upah karyawan tepat waktu, adalah hal yang wajar dan wajib.


Tapi bagiamana jika sebaliknya (perusahaan tidak menggaji tepat waktu)? Dan tanpa ada alasan yang jelas?.

Hal inilah yang dialami tenaga kerja di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang bekerja disalah satu perusahaan ritel ternama di daerah yang dikenal sebagai kota pelabuhan ini.

Citiemart Group yang dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bitung dan saat ini memiliki tenan atau penyewa berkelas nasional seperti  Es Teler 77 dan  perusahaan asing, Texas Chicken, Bioskop Platinum Cineplex, Amazone, dan Jco Bread Talk.

Salah satu sumber (pekerja) yang menolak namanya dipublikasikan, dengan alasan privasi mengaku, sangat kecewa dengan pihak manajemen perusahaan yang dipimpin oleh Stenly Thelando tersebut.

"Torang pe gaji (gaji kami) hampir tiap bulan diterima ditanggal 13. Dan ini sudah berlangsung lama," kata salah satu sumber media ini kepada suarapembaharu.com, Selasa (16/9/2018), kemarin.

Hingga berita ini dipublikasikan, owner Citiemart Group belum menjawab pesan/ konfirmasi yang dikirim awak media ini.


  • (YaserBaginda)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.