Suara Pembaharu ideas 2017

SUARA PEMBAHARU - Dua bulan gaji salah satu Honor Daerah (Honda) yang bersurat tugas di Kantor Cabang Dinas (Kacabdin) Kotabunan Kabupaten Bolang Mongondow Timur (Boltim) tak dibayarkan dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) akan siap memanggil Kepala Kacabdin tersebut.

Menurut informan, dua Bulan gaji yang tak dibayar, yakni Januari dan Februari 2016, sedangkan Surat Keputusan (SK) Bupati Boltim terkait pengangkatan Honda pada dua bulan itu, nama informan masih tertera. Malah gajinya dibayar Kacabdim ke Honda yang mempunyai SK di Bulan Maret dan April.

Kedispendik Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii, saat dihubungi media mengecam tindakan Kepala Kacabdin Kotabunan tersebut. Menurutnya, tindakan Kacabdin ini sangat tidak diperbolehkan.

"Seharusnya, mereka tetap membayarkan gaji Honda tersebut dan bukan dibayarkan ke Honda yang masih baru. Bayar harus sesuai SK. Saya akan memanggil Kepala Kacabdin tersebut dalam waktu dekat ini, untuk menyelesaikannya," tegas Damopolii.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Boltim, Darwis Lasabuda saat ditemui menerangkan, SK Honda pada tahun 2015 itu berlaku selama tiga bulan, setelah itu Bupati akan mengeluarkan SK baru kembali untuk tiga bulan berikutnya.

"Sedangkan untuk tahun 2016 ini, SK berlaku hanya dua bulan dan akan diperbaharui Bupati untuk dua bulan berikutnya. Jadi untuk masalah ini, Kepala Kacabdin Kotabunan harus membayar gaji 2 bulan yang Honda tersebut, jika Januari dan Februari namanya masih tertera dalam SK," ucapnya.

Kepala Kacabdin Kotabunan, Djumar Dzola saat dikonfirmasi seakan-akan berbelit-belit dalam memberikan keterangan kepada media terkait akan gaji Honda tersebut. Ketika ditanya, apakah Honda tersebut pada Bulan Januari-Februari namanya sudah tidak tertera dalam SK, ia pun menjawab dengan lantang.

"Iya. Awalnya, yang bersangkutan merupakan guru honor di salah satu Sekolah Agama di Kotabunan, namun di awal 2015 SK Hondanya keluar. Pada tahun ini, Januari Februari SK baru namanya sudah tidak keluar," katanya. Kamis (21/7).

Namun, setelah dicek kembali salah satu SK Januari-Februari milik Honda lain yang bertugas di Kacabdin Kotabunan, ternyata nama yang bersangkutan masih tertera.

"Nanti saya konfirmasi lagi dengan bendahara lama, apakah nama Honda itu masih diajukan dalam pencairan gaji atau tidak karena setahu saya gaji pada 2 bulan itu sudah dibayarkan," kilahnya.

Kemungkinan, katanya, jika memang betul-betul tidak dibayarkan gajinya, kemungkinan yang bersangkutan tidak memasukkan absen dari tempat ia bertugas sekarang. Untuk melakukan pencairan gaji kami berpatokan ke absen dan jika tidak hadir sehari, maka ada potongan sekitar 2,4%.

"Yang memasukkan absen ke kami hanya yang berstatus ASN, namun Honda tidak. Absennya ASN dan absen Honda itu berbeda-beda, tidak kolektif. Paparnya. (Dany)

Kadis Pendik Boltim. Yusri Damopolii

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.