Suara Pembaharu ideas 2017

SUARA PEMBAHARU - Pemerintah Desa (Pemdes) Kotabunan Barat (Kotbar), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), diduga bersikap arogan dengan mencoba mengklaim tanah milik Kementerian Agama (Kemenag) Boltim untuk dijadikan jalan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Jalan ini merupakan salah satu akses dari dalam Desa Kotbar menuju perkebunan rakyat, namun Kemenag melalui Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kotabunan mempunyai sertifikat dan IMB yang menyatakan bahwa jalan itu merupakan hak milik mereka, bukan milik desa.

"Arogan sekali tindakan Pemerintah Desa Kotabunan Barat itu, ini tanah milik MTs Kotabunan, bukan milik desa. Kenapa belum ada kesepakatan, tapi mereka sudah menaruh material di depan gerbang masuk sekolah," ucap Kepala MTs Kotabunan, Sakila Ambarak kepada sejumlah media, Selasa (6/9).

Ditempat terpisah, Pemdes Kotbar melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Wahyudi Damopolii mengungkapkan secara sejarah, itu memang merupakan jalan desa, namun ternyata sejumlah pemilik tanah sudah menjual miliknya ke pihak Pemerintah Pusat melalui MTs Kotabunan yang bernaung dibawah Kemenag Boltim. Maka, Pemdes Kotbar lakukan konsultasi dengan Kemenag Boltim.

"Kami sudah menghubungi Kepala Kemenag Boltim, namun jawaban dari mereka harus mengikuti prosedur. Surat dari desa ke Kemenag Boltim akan diteruskan ke Kantor Wilayah Kemenag Sulut, lalu ke Kemenag Pusat dan begitu juga proses baliknya," ucap Damopolii.

Dari, katanya, proses seperti itu terlalu lama, Pemdes Kotbar mengambil kebijakan untuk segera melaksanakan pekerjaan jalan dengan lakukan penimbunan material ditengah jalan, depan MTs Kotabunan.

"Kalau tidak dibikin seperti itu, pekerjaan jalan ini tidak akan selesai dan DD juga sudah habis. Kami tidak mengklaim tanah MTs, namun hanya ingin meluruskan jalan. Untuk masalah penurunan material silahkan tanya ke Kepala Dusun II," katanya.

Kepala Dusun II Desa Kotbar Hamdan Mamonto yang juga berperan sebagai pengawas lapangan, saat ditanyai soal sikap arogan Pemdes terkait material diletakkan depan gerbang masuk sekolah dan juga dengan dasar apa.

"Panjang jalan yang akan dirintis 1.225 meter, untuk anggaran silahkan tanya ke Sekdes. Depan sekolah itu merupakan titik nol pekerjaan dan sertifikat mereka masih dipertanyakan," singkatnya tanpa menunjukkan apapun yang merupakan pegangan atau dasar hukum Pemdes Kotbar. (Dany)

Nampak material jalan milik Pemdes Kotabunan Barat yang ditimbun di depan pintu gerbang MTS N Kotabunan

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.