Suara Pembaharu ideas 2017

Penulis : Razikin Juraid (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia)

Razikin Juraid
Berbondong-bondong umat Islam berdatangan ke Ibu Kota, dari informasi berbagai kalangan setidaknya lebih kurang antara 3-4 juta orang Islam akan ikut sholat Jum'at di lapangan Monas yang disebut dengan aksi 212. Pertanyaannya adalah apakah kehadiran katakanlah 3 juta umat Islam di Jakarta merupakan panggilan suci untuk membela Agama Islam..? Apakah ada agenda lain yang menjadi urgensi tuntutan umat Islam..?

Kalau umat Islam hanya sekedar menuntut Ahok agar segera ditahan, kelihatannya adalah sebuah kemabuzziran dengan menghabiskan energi yang begitu besar. Pada titik itu umat Islam sejatinya perlu merumuskan tuntutan yang lain misalnya. Pertama, perlu dilakukan reformasi agraria (land reform). Land reform merupakan satu hal yang mendesak dilakukan ditengah penguasaan tanah tanpa batas oleh kalangan konglomerasi Asing-Aseng maupun kalangan borjuasi pribumi.

Kedua, tuntutan lain yang tidak kalah penting adalah reformasi paradigma pembangunan ekonomi nasional dari kapitalistik yang menghisap-eksploitatif terhadap kelas proletariat. Dan masih banyak agenda besar lainnya yang dapat dimasukkan dalam daftar tuntutan umat Islam.

Perlunya Umat Islam Menuntut Reformasi Agraria...?

Proposal politik Jokowi-JK tertuang jelas tentang pengaturan penguasaan tanah secara adil. Namun belakangan ini isu pengaturan tanah seolah tenggelam, isu pengaturan tanah merupakan isu yang sangat sensitif dan telah banyak memakan korban jiwa, korban politik akibat bahkan konspirasi jahat antara penguasa-pengusaha, lagi-lagi dapat dipastikan rakyat akan dikorbankan.

Pada isu land reform, kalangan Islam kelihatannya tidak terlalu peduli, bahkan nyaris tidak pernah menjadi tema diskusi. Kenapa demikian..? Isu land reform sangat identik dengan mazhab kiri, bahkan tidak jarang stigamatisasi marxisme-komunisme dilekatkan pada kelompok pejuang reformasi agraria.

Namun dari berbagai sumber pada aksi 212 nanti, ada hal yang menarik yang patut diperhatikan yakni menyatunya kekuatan Islam dan kekuatan nasionalis revolusioner. Dengan penyatuan kekuatan yang selama ini banyak bertolak belakang mencerminkan adanya keresahan yang sama terhadap isu-isu politik, hukum dan ekonomi. Pada konteks inilah sebetulnya momentum umat Islam dapat menyisipkan tuntutan land reform disamping tuntutan keagamaan yakni agar Ahok segera di tahan.

Mungkinkah Jokowi Memimpin Revolusi Agraria...?

Kalangan Islam kelihatannya seolah siap berdiri dibelakang Jokowi untuk segera mewujudkan Nawacitanya, Jokowi sejatinya perlu menyambut dukungan tersebut dan memimpin langsung reformasi agraria, reformasi sistem ekonomi, sistem hukum. Kalangan Islam yang memimpin aksi hari-hari ini sebagian besar berlawanan secara politik dengan Jokowi pada Pilpres yang lalu. Namun hari-hari ini mereka seolah memberikan mandat penuh kepada Jokowi untuk memimpin revolusi pada semua aspek kenegaraan. Pada titik itu, saya membanyangkan JOKOWI BERDIRI DIHADAPAN UMAT ISLAM PADA AKSI 212 UNTUK MENERIMA MANDAT MEMIMPIN REVOLUSI SOSIAL, POLITIK, EKONOMI DAN HUKUM demi terwujudnya Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan para founding father. Maka Indonesia memiliki dua Bapak Revolusi. Satu SOEKARNO. Dua JOKOWI. Semoga......!!!

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.