Suara Pembaharu ideas 2018

Manado, suarapembaharu.com - Politisi Golkar asal Bolaang Mongondow, Aditya Anugrah Moha S.Ked, MM meluncurkan bukunya yang berjudul 'Ekonomi Politik Kesehatan Indonesia (refleksi pemikiran dan kebijakan kesehatan)', di Toko Gramedia Manado, Kamis (10/11).

Peluncuruan buku Karya ADM ini pun dirangkaikan dengan diskusi yang menghadirkan narasumber Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Prof DR dr Fachmi Idris M.Kes, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Dr Taufik Pasiak MPdI, M.Kes, dan Aditya Anugrah Moha S.Ked, MM sendiri.

Didi, sapaan akrab Anggot DPR RI dua periode ini yang tampil sebagai Keynote Speaker menyampaikan, buku Ekonomi Politik Kesehatan Indonesia (refleksi pemikiran dan kebijakan kesehatan) ini lahir dari pemikiran berdasarkan background pendidikan dan profesinya.

"Buku ini paradigma baru dalam pelayanan kesehatan. Meski saat ini kasus terkait orang miskin yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan sudah menyurut, karena terbantu dengan program BPJS. Namun harus diakui juga bahwa kualitas pelayanan kesehatan kita masih carut marut di sana-sini,," ucap Didi.

Fahmi Idris pun sangat bersemangat merespon buku karya Didi ini dan menyampaikan, buku ini sangat menarik dan yang membuatnya semakin menarik karena mengangkat tiga irisan yakni Ekonomi, Politik dan Kesehatan.

"Beliau (Aditya Anugrah Moha, red) bahkan membuat frasa baru berupa gagasan yang disebutnya Swasembada Kesehatan. Selama ini kita masyarakat Indonesia sudah sering  mendengar Swasembada Pangan, Kedaulatan Kesehatan dan sebagainya. Tapi Swasembada Kesehatan baru kali ini dan saya temukan berada dalam buku karya Saudar Adtiya. Ini gagasan orisinil beliau yang begitu luar biasa," ungkap Fahmi.

Sementara itu DR Taufik Pasiak, turut mengapresiasi buku karya Didi ini dan bangga dengan sebuah karya baru dan orisinal.

"Luar biasa buku ini. Bagi saya, menulis buku berangkat dari dua hal. Pertama, berdasar pengalaman (empirik) dan kedua, latar belakang keilmuannya. Buku yang ditulis Didi ini adalah gabungan kedua hal itu," kata Taufik.

Bedah buku yang dimoderatori budayawan Pitres Sombowadile, juga membuka ruang tanya jawab antara pengarang buku Aditya Anugrah Moha, narasumber Prof Fachmi Idris, DR Taufik Pasiak dengan sejumlah pemerhati buku, diantaranya Firasat Mokodompit, Reiner Ointoe, Ridwan Lasabuda dan Grace Punuh selaku Kadis Kesehatan Provinsi Sulut.

Hadir pula Gubernur Sulut, Olly Dondokambey diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, DR dr Grace Punuh, M.Kes, Ketua Komisi 2 DPRD Provinsi Sulut, Dra Hj Marlina Moha Siahaan, Wakil Walikota Kotamobagu, Drs Hi Jainudin Damopolii, Kepala Bank Indonesia Wilayah Sulut, Pieter, akademisi diantaranya Prof Umboh, Kepala Posdekes Unsrat, dr Joy, dan ratusan mahasiswa, komunitas 99, serta masyarakat pecinta buku. (MO3)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.