Suara Pembaharu ideas 2018

Sepanjang sejarah demonstrasi di Indonesia, 4 November menjadi catatan rekor terbaru dengan jumlah massa aksi terbanyak. Konon dikhabarkan peserta yang ikut tidak kurang dari 2 juta orang, dan aksi ini pun harus diakui lebih besar dibandingkan demonstrasi 1965-1966 yang digerakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Malari 1974, hingga demonstrasi menumbangkan rezim Orde Baru.

Bahkan mantan Aktivis dan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menuturkan, aksi 4 November adalah demonstrasi terbaik yang pernah diikutinya, karena tak hanya jumlah pesertanya yang terbesar dalam sejarah Indonesia modern tapi demonstrasi tersebut berlangsung secara damai dengan tujuan dan isu tunggal yakni menuju istana untuk menuntut "pengadilan bagi si penista Alquran". Gelombang besar saat aksi pun dengan banyaknya massa yang hadir terkadang, dan bahkan mungkin sulit dicerna nalar aktivis mana pun.

Aksi tersebut secara utuh juga membalikkan seluruh kekhawatiran dan spekulasi banyak pihak, bahwa aksi tersebut dimobilisasi, dibiayai, tidak terpimpin, bakal akan berakhir kerusuhan, berpotensi mengulangi krisis SARA '98, dan beragam postulat lainnya. Sehingga tudingan tengah malam dari Presiden Jokowi tentang kisruh yang ditunggangi, cukup lah disimpulkan masing-masing, toh tiap rezim melakukannya, tidak Bung Karno, Soeharto, hingga SBY saat berkuasa.

"Bayangkan, kekuatan mana yang sanggup mendesain dan memobilisasi ribuan masjid, pesantren, kelompok pengajian dan ormas untuk turun jalan di Jakarta, tidak hanya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, tapi juga terjadi di Padang, Aceh, Jateng, Jatim, dan daerah lainnya," ungkap Ton..

Tidak sedikit masjid di Bekasi, Bogor, Depok dan tempat lain menyediakan bus serta logistik nya, bahkan para ibu membuat dapur umum. Selain disiapkan untuk jamaahnya sendiri, juga dilebihkan untuk peserta aksi lainnya. Ton pun mengakui mungkin tidak lah jago dalam mengorganisir, tapi sejumlah pengalaman mengorganisir warga dengan tujuan advokasi sekalipun, jelas kalah dalam 'totalitas' dan keikhlasan..

Selepas Jum'at, selain takjub dengan jumlah peserta aksi, Ton pun menghawatirkan kepemimpinan aksi. Apalagi, ormas Islam yang secara terbuka terlibat di lapangan hanya FPI, dan Ton haqqul yakin, tidak semua peserta aksi sepaham dengan FPI, separuhnya pun tidak.

"Sedikit saja terprovokasi, dalam suasana psikologi massa yang demikian besar, bisa memicu kerusuhan. Simpul-simpul mobilisasi jelas tak akan mampu mengomando massa nya masing-masing. Namun, lagi-lagi jutaan pendemo menunjukkan, niat damai menjadi pemimpin dalam aksi kemarin," tuturnya.

Dan, untuk pertama kalinya pun Ton merasakan rasa hormat yang mendalam untuk kawan-kawan FPI, yang tidak saja mampu menghindar dari tindakan jadi trigger kericuhan, tapi juga menjadi pemisah massa radikal dengan keamanan. Tindakan ini tidak hanya dilakukan FPI saja, karena tiap kali suasana memanas, massa aksi spontan melantunkan syalawat. Bahkan terhadap kericuhan yang terjadi saat aksi bubar, semua saksi mata menyatakan justru dipicu provokasi aparat keamanan, khususnya polisi.

"Kini, saya justru jadi mempertanyakan sikap ormas-ormas besar Islam seperti Muhammadiyah dan NU, yang  sejak awal tampak kikuk dan serba khawatir. Bagaimana sikap para elit kedua ormas ini setelah ummatnya membuktikan bisa memimpin diri sendiri dalam aksi kemarin. Padahal mestinya, silahkan pimpin kami lewat jalan perundingan, tapi jangan biarkan kami di lapangan sendirian," ungkap Mantan Ketua DPP IMM ini.

Sekarang, mari kita tunggu janji yg telah diucapkan untuk memperoses cepat "penista Alquran" secara adil. Yang pasti, Demonstrasi 4 November telah membuktikan janjinya bahwa demonstrasi akan berjalan damai nan sejuk dalam bingkai demokrasi.

Tapi jika janji itu tidak ditepati, mungkin memang kalian lah yang ingin menjadikan demokrasi jadi bangkai!," tegas Ton.

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.