Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta, suarapembaharu.com - Anak Muda harus menjadi garda terdepan menyerukan pentingnya Persatuan Nasional, dalam rangka menghadapi tantangan global ke depan yang semakin kompleks juga menjadi pemimpin untuk memenangkan persaingan tersebut.
Dedi Irawan
Aktivis Pergerakan Muda Satu Bangsa, Dedi Irawan mengajak, anak muda Indonesia untuk lebih mengedepankan rasa persaudaraan dan kekeluargaan dalam menyikapi polemik yang berkembang saat ini, khususnya terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu.

"Anak Muda harus menjadi pendingin dan penyejuk, jangan mau dijadikan kayu bakar untuk memanaskan suasana demi kepentingan politik kaum tua, karena masa depan bangsa dan negara ini di tangan kita, bukan di tangan kaum tua," ungkap Dedi.

Kita anak muda, sudah lama distigmatisasi dengan sesuatu yang meledak-ledak, emosional, seolah kewibawaan, kenegarawanan, kebijaksanaan, adalah produk mutlak milik para generasi tua dan anak muda tidak memiliki itu. Melalui momentum inilah saatnya kita tunjukkan, bahwa anak muda lebih bijaksana dari kaum tua, anak muda harus tetap sejuk, jangan sampai terbawa arus politisasi.

Anak Muda adalah Masa Depan bangsa

Kita sebagai anak muda harus memiliki kepala yang lebih dingin, akal yang lebih tajam, dan hati yang lebih luas, apalagi dalam menyikapi hal-hal yang sensitif dan memerlukan telah yang mendalam. Jangan sampai karena kebencian kita terhadap suatu kaum, menjadikan kita tidak adil, karena keadilan merupakan warisan Rasulullah SAW yang senantiasa harus kita tegakkan dan amalkan.

Masalah dugaan penistaan agama oleh Ahok harus diserahkan ke proses hukum dan kita semua selalu memantaunya. Jokowi sebagai Presiden tentu tidak akan melindungi Ahok, karena Jokowi juga islam, mana mungkin beliau merelakan agamanya dinista. Lagi pula, jangan sampai kita terjebak oleh hal-hal kecil begitu, hal-hal besar telah menanti kita. Bangsa-bangsa     di luar sana sedang melihat Indonesia, banyak yang senang dan bertepuk tangan jika kita terpecah hanya karena masalah seperti ini.

Aksi Damai Jangan Dipolitisasi

Terkait aksi lanjutan, jangan sampai dibelokkan ke arah kudeta, itu tidak boleh, akan menjadi preseden buruk bagi Indonesia, dan mengkhianati sistem demokrasi yang telah lama kita cita-citakan dan kita sepakati bersama. Kita Pemuda Islam harus pro aktif menyuarakan perdamaian dan persatuan, jangan mau dijadikan alat untuk kepentingan politik kelompok tertentu yang ingin melihat Indonesia hancur karena isu SARA. Mereka ingin menghancurkan Indonesia dengan merusak persatuan dan kesatuannya, dengan membenturkan antar masyarakatnya, dengan biaya yang sangat murah, lalu mereka akan mencengkram Indonesia lebih dalam.

Pemuda Islam Harus Menghargai Perbedaan Pendapat

Terkait ucapan Ahok dan berbagai intepretasinya oleh publik, kita harus bersepakat dan menghormati perbedaan pendapat. Jangan sampai karena mayoritas masyarakat menganggap itu salah, sehingga itu menjadi kebenaran umum, kemudian ada yang memberikan pendapat berbeda, lalu kita stigmatisasi seolah dia sedang membela yang diduga bersalah. Janganlah menghakimi sebelum hukum memberikan vonisnya, apalagi sedang ada kontestasi politik di ibukota, akan banyak yang berselancar memanfaatkan emosi pemuda islam untuk digunakan sesuai keinginan mereka. Kecintaan anak muda islam terhadap agamanya sedang dimanfaatkan dan diarahkan untuk mengkudeta kepemimpinan yang sah, kita harus sadari itu.

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.