Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com - Bertempat di Rumah Dinas Wakil Walikota Bitung, Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat bersama dengan Wakil Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri dan membahas terkait Industri Pengalengan Ikan di Kota Bitung, Senin (14/11).
Wakil Walikota Bitung berseragam PNS saat bersama Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia
Kota Bitung patut berbangga, ada 14 Industri pengalengan ikan yang ada di Indonesia dan 7 atau setengahnya dari jumlah industri tersebut berada di Kota Bitung.

Dengan adanya penertiban dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Kota Bitung terkena imbas yang cukup besar, Wakil Walikota menyampaikan turut prihatin dengan dampak yang terjadi di Kota Bitung akibat moratorium tersebut hingga menyebabkan sebagian besar para pekerja di bidang Industri Perikanan kehilangan pekerjaan dan banyak perusahaan yang tutup, akibat sedikitnya bahan baku yang akan diolah dibanding dengan biaya produksi.

Merespon hal tersebut, Mantiri bersama dengan APIKI bersama-sama membahas langkah kedepan serta jalan keluar untuk menghadapi situasi yang sedang terjadi di Kota Bitung. Kita Harus bersama-sama mencari jalan keluar untuk masalah ini, jangan nanti imbasnya akan lebih besar dikemudian hari yang bukan hanya akan dirasakan oleh para pekerja Industri Perikanan, tetapi juga seluruh warga Kota Bitung nantinya.

"Saya meminta dukungan serta kerja sama untuk membangun Kota Bitung Hebat dan masyarakat yang lebih sejahtera. "Masih Bisa Tertawa Walau Diterpa Badai, mari kita lebih bersemangat lagi karena Semangat Yang Patah Mengeringkan Tulang,". tutup Mantiri. (YB)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.