Suara Pembaharu ideas 2018

Manado, suarapembaharu.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara menolak hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara ke - XII, yang dilaksanakan di Hotel Aston Manado tanggal 7 & 8 Oktober 2016 bulan lalu. Menurut mereka Muswil tersebut inkonstitusional dan tidak menjalankan mekanisme Musyawarah.

Ketua PDPM Sangihe, Ali Lintuhaseng
"Setelah melaksanakan rapat pimpinan, kami memutuskan untuk menolak hasil Muswil Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara Ke - XII, karena Inkonstitusional dan tidak sesuai mekanisme muswil Pemuda Muhammadiyah," ucap Ketua PDPM Sangihe Ali Lintuhaseng.

Menurut Ali, keputusan menolak hasil muswil Pemuda Muhammadiyah ini dilaksanakan lewat rapat pimpinan , karena menyadari bahwa kinerja Pemuda Muhammadiyah adalah kolektif kolegial. Itu juga menjadi alasan, mengapa hal ini sedikit lama baru bisa di putuskan.

"Secepatnya kami akan segera menyurat resmi ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara, agar tidak memberikan rekomendasi hasil Muswil dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah untuk tidak menerima hasil Muswil dan meninjaunya kembali," tegasnya.

Ali juga menjelaskan beberapa mekanisme Muswil yang tidak dijalankan dan alasan mengapa menyebutkan Muswil tersebut Inkonstitusional. Pertama pelaksanaannya tidak sesuai dengan peraturan organisasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pemuda Muhammadiyah. Kemudian pelaksanaannya terlihat seperti kerjar tayang.

"Dalam Anggaran Rumah Tangga Pemuda Muhamadiyah menyebutkan, Acara pokok Musyawarah Wilayah adalah Laporan pertanggungjawaban Pimpinan Wilayah dan hal ini pun tidak dijalankan. Selain itu, peserta hanya dibatasi 7 orang per tiap daerah, padahal dalam AD/ART menyebutkan 4 utusan PDPM dan 2 utusan Pimpinan Cabang," jelasnya

Saat pelaksanaan Muswil juga tidak ada pembahasan tata tertib, pembagian komisi dan tidak ada konsideran hasil sidang. Bahkan Wasekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, dalam sambutan penutup acara menyampaikan dan mengakui, bahwa pelaksanaan Muswil Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara ke-XII banyak permasalahan, diantaranya undangan yang disebar tak sesuai pedoman organisasi, tidak ada konsideran, tidak ada pembahasan tatib dan tidak ada pembahasan komisi-komisi.

"Bagi kami itu bukan lah Musyawarah, karena proses persidangan tidak sesuai AD/ART. Alasan Kami menolak pun karena menjaga amanah dan Marwah organisasi. Dan kami sangat menyesalkan pelaksanaan Muswil dibuat seperti kejar tayang, hingga tidak elok bagi penguatan dan pengembangan organisasi kedepan," ungkapnya. (MO3)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.