Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta, suarapembaharu.com - Terjadinya peledakan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia adalah tindakan biadap yang sangat dilarang semua agama.
Amirullah Hidayat
Kordinator Koalisi Relawan Jokowi JK Amirullah Hidayat menyesalkan kejadian tersebut, dan hal ini menunjukan juga bahwa kinerja Menteri Kordinator Politik hukum Keamanan Wiranto sangat lemah, sebab Menko Polhukum adalah penanggung jawab keamanan di Indonesia.

"Seharusnya Menko Polhukam mengkoordinir semua lembaga keamanan baik itu Kepolisian, TNI, BIN untuk melakukan deteksi dini terhadap keamanan dalam negeri. Karena kasus ini bisa berujung pada gangguan kerukunan ummat beragama, untung saja masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi karena mempunyai jiwa sosial dan memiliki pemahaman kerukunan yang kuat," ungkap Amirullah

Amirullah juga menilai, lemahnya kinerja aparat keamanan ini terjadi hanya karena terlalu sibuk menyelesaikan kasus penistaan agamaA Hok padahal kasus tersebut mudah dan cukup diurus kabagreskrim Mabes Polri. Seharusnya wiranto mengkoordinir lembaga keamanan Negara baik itu kepolisian, Badan Intelijen Negara, TNI untuk fokus menjamin keamanan.

"Kami pun meminta Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap Menkopolhukan dan pimpinan lembaga keamanan, jika perlu lakukan resafel terhadap Menko Polhukam karena lemah dalam menjalankan fungsinya sebagai menteri kordinator keamanan," tegas Wakil Sekretaris Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (MO3)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.