Suara Pembaharu ideas 2017

Aku harus bersikap tenang walaupun takut, untuk membuat semua orang tidak takut
(Munir Said Thalib)

8 Desember 1964, di Malang Jawa Timur, pasangan Said Thalib dan Jamilah melahirkan putranya keenam bernama lengkap Munir Said Thalib. Seorang yang dimasa hidupnya dikenal sebagai pejuang hak asasi manusia, sosok pemberani dalam membongkar praktek-praktek penyalahgunaan kekuasaan, terutama terkait kekerasan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan aparat militer. Karena keberaniannya lah, Ia kemudian dinobatkan sebagai Man of The Year versi majalah Ummat tahun 1998. Setelah sebelumnya ia juga mendapat penghargaan Yap Thiam Hien atas keberaniannya membela hak kaum buruh 1998, peraih penghargaan Right Livelihood Award 2000 atas pengabdiannya dibidang kemajuan HAM dan kontrol sipil terhadap militer, Munir juga meraih penghargaan Mandanjeet Singh Prize, UNESCO, untuk kiprahnya mempromosikan Toleransi dan Anti-Kekerasan tahun 2000 dan merupakan Satu dari seratus tokoh Indonesia abad XX, majalah Forum Keadilan.
Pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib
Munir ternyata sejak kecil telah terlihat memiliki sifat pekerja keras, terutama setelah ayahnya meninggal dunia. Hal itu bisa dilihat saat dirinya sempat bekerja di perusahaan persewaan sound system, kemudian membuat serta menjual antena UHF, menjual sepatu, dan menjual parabola yang kemudian dipasang di halaman gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Sosok Munir di masa hidupnya memang dikenal sebagai pejuang hak asasi manusia, Ia juga dikenal aktif membela mereka yang dianggap tertindas. Tapi sayang, hidupnya tidak berlangsung lama dan harus berakhir tragis di Umur 39 Tahun karena dibunuh dengan cara diracun ketika berada dalam pesawat udara menuju Amsterdam, Belanda.

Tapi sosok Munir seakan tidak mati muda bagi bangsa Indonesia dan juga dunia, karena Munir dianggap sebagai ikon pejuang hak asasi manusia (HAM) yang semangatnya terus hidup. Bahkan di Malang, rumah masa kecil Munir, atau yang kini dikenal sebagai Omah Munir digunakan sebagai Museum Keadilan dan HAM. Omah Munir ini memberikan pendidikan publik atas kesadaran tentang hak asasi manusia. Pengurus Omah Munir juga berupaya mendekati sekolah-sekolah agar mau mengunjungi tempat tersebut untuk belajar bersama dan berharap dari Omah Munir, gaung keadilan akan terus bergema.

Masa hidup Munir memang didedikasikan untuk memperjuangkan HAM dan melawan berbagai penindasan. Walau memiliki tubuh yang kerempeng, Munir tidak pernah takut memperjuangkan HAM. Ia pun berani melawan Komando Daerah Militer V Brawijaya untuk memperjuangkan kasus kematian Marsinah, aktivis buruh PT CPS Sidoarjo, Jawa Timur, yang diculik dan mati. Ia juga berani menyelidiki kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta pada masa reformasi 1997-1998. Dan sederet kasus pelanggaran HAM, seperti penembakan mahasiswa di Semanggi (1998-1999) hingga pelanggaran HAM masa referendum Timor Timur (1999) tidak lepas darinya dan menjadi catatan sejarah atas perjuangan Munir.

Hari dimana Munir meninggal dunia yakni 7 Desember 2004, terus diperingati sebagai  momen untuk meneguhkan komitmen generasi muda berikutnya agar turut serta memperjuangkan HAM di Indonesia, walau disatu sisi isu HAM di Indonesia belum dianggap seksi. Tapi, perjuangan Munir dan juga aktivis HAM lainnya terus mendapat simpati banyak orang termasuk para seniman untuk ikut berjuang, minimal melalui jalur seni yang mereka geluti. Bahkan dalam Peringatan 10 Tahun Munir meninggal tahun 2014, para musisi besar yakni Melani Subono, Glenn Fredly, Abdee Slank, serta Happy Salma ikut terlibat dalam pemutaran film karyanya berjudul Kamis 300 dan 31 stasiun radio di Indonesia ikut menyiarkan perayaan kematian Munir secara serentak.

Seniman Yogyakarta, Butet Kertaradjasa juga menawarkan diri untuk ikut membacakan monolog berjudul "Aku Pembunuh Munir". Sementara dari kalangan sineas, Riri Riza, Mira Lesmana, Angga Dwisasongko, dan Nia Dinata ikut menggelar diskusi tentang film sebagai media pengungkap kebenaran dan melawan lupa.

Tulisan ini di olah dari berbagai sumber

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.