Suara Pembaharu ideas 2017

Gorontalo, suarapembaharu.com - Dalam rapat koordinasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Gorontalo yang dipimpin Ahmad Abdullah dan didampingi komisioner lainnya, Maspa Mantulangi, Selvi Katili serta sekretaris KPU dan Humas, telah membahas terkait Alat Peraga Kampanye (APK) yang rusak, hilang atau sengaja dirusakan dapat berujung pada tindak pidana.
Rapat Koordinasi KPU Provinsi Gorontalo bersama Bawaslu, Kepolsian dan LO paslon 
Dalam Rapat koordinasi ini, hadir juga Bawaslu Provinsi Gorontalo, Kepolisian, LO paslon serta KPU Kabupaten/Kota. Rapat pun berlangsung dikantor KPU provinsi Gorontalo, Senin (5/12).

Dari pihak Bawaslu Provinsi Gorontalo, Nanang Masaudi menganggap, kerusakan APK ini sudah berulang kali terjadi dan dalam penulusaran yang didapatkan Bawaslu ternyata bahan materinya kurang berkualitas.

"Bawaslu sendiri sedang dalam pendataan seberapa besar penganggaran pengadaan APK tersebut. Seharusnya ada penggaran berkala atas APK dan seharusnya dan hal ini masih merupakan tanggung jawab KPU. Ada juga APK yang dipasang diluar zona misalnya spanduk ucapan yang dilakukan oleh paslon, dan kami minta agar secepatnya mencopot APK diluar zona yang telah ditetapkan KPU," jelas Nanang.

Pihak kepolisian dari perwakilan Polda Gorontalo, Ahmad mengungkapkan, bahwa kepolisian sendiri sementara menyelidiki APK yang rusak atau hilang. Pihak kepolisian juga selalu melakukan patroli untuk menjaga APK yang ada.

Sementara itu Maspa Mantulangi menyampaikan, saat ini sudah ada surat dari paslon Ber-Zihad yang merasa dirugikan karena gambar pasangan calon ini tak jelas dalam APK di tiga zona. Sedangkan penyampaian dari KPU Kabupaten/Kota, APK seperti umbul-umbul yang rusak, spanduk yang hilang begitu juga baliho dibutuhkan pemeliharaan, perawatan dan pembersihan.

Sedangkan dari tiga paslon LO yang hadir, lebih menginginkan data APK yang rusak dan hilang agar diganti oleh paslon saja. Dan mengenai APK yang rusak akibat bahannya yang mudah rusak atau roboh bisa diminimalisir. Sementara untuk APK yang hilang atau dirusak diharapkan adan penegakan hukum agar menjerat pelaku pengursakan maupun menghilangkannya. Hal ini dilakukan agar ada efek jerak dan tak ada lagi yang melakukannya. (Robby)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.