Suara Pembaharu ideas 2017

SUARA PEMBAHARU - Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berharap agar wacana moratorium Ujian Nasional (UN) bisa dikaji kembali oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

"Apabila akan di terapkan moratorium ujian nasional dan akan di kembalikan ke daerah, ini bukan sebuah langkah yang progresif, karena di posisi lain anak-anak tidak merasa harus mempersiapkan ujian secara matang," ucap Kadis Diknas Boltim Yusri Damopolii, Kamis (8/12).

Damopolii menilai, langkah ini bisa menurunkan motivasi siswa untuk belajar, karena selama ini yang menjadi motivasi siswa untuk belajar adalah ujian nasional, makanya itu perlu di evaluasi.

"Saya lebih condong dengan kebijakan PaK Anis Baswedan mantan Mendikbud RI, karena ujian nasional, itu menjadi kecenderungan untuk memperbaiki kualitas siswa tersebut,” ujarnya.

Begitu, lanjutnya, juga dengan alasan bahwa penerapan moratorium UN karena kompetensi guru yang hanya dibawah 70%. Dengan adanya UN, Kemendikbud bisa mengetahui di mana saja daerah yang kompetensi gurunya masih dibawah.

"Jika sudah mengetahui di daerah mana kompetensi gurunya kurang, maka bisa langsung diatasi. Intinya wacana UN harus dipertimbangkan kembali oleh Kemendikbud," tutupnya. (Arul)

Yusri Damopolii, Kadis Diknas Boltim

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.