Suara Pembaharu ideas 2017

Kalteng, suarapembaharu.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) agar dapat berdaulat pangan yakni secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Komoditas pangan yang harus dikembangkan dan ditingkatkan produksi mampu produktivitasnya yakni padi, jagung dan cabai.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (Baju Putih) saat meninjau lokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (16/12)
"Kami ingin Kalimantan Tengah pangannya mandiri. Jangan ambil dari daerah luar lagi, rantai pasoknya terlalu panjang, akibatnya terjadi inflasi dan akhirnya terjadi kemiskinan yang tidak akan terselesaikan," kata Amran saat kegiatan Tanam Padi Hibrida seluas 250 ha di Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Jumat (16/12).

Hadir pada kegiatan ini Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Anggota Komisi IV DPR RI, Hamdani, Bupati Kapuas, Ben Brahim, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat, Brigjen TNI M. Afifuddin, dan KASDAM Tanjung Pura, Brigjen TNI Ahmad Sukryadi. Dalam kunjungan ini, Mentan, Amran memberikan bantuan benih jagung berikut pupuknya untuk Kabupaten Kapuas sebanyak 100.000 ha.

Lebih lanjut Amran menerangkan Kalteng tidak hanya mampu mandiri pangan, akan tetapi dapat melakukan ekspor beras ke negara tetangga, Malaysia.  Tercatat, Malaysia melakukan impor beras setiap tahunnya sebanyak 1,2 juta ton. Ini menjadi ruang dan peluang bagi Indonesia agar dapat mengisi volume impor tersebut.

"Apabila ini dapat kita wujudkan, ini menunjukkan ketahanan pangan kita kuat dan ketahanan negara pun ikut kuat. Tapi, kalau mental petani atau pemuda masih minta-minta bantuan dan malas-malasan, pastinya negara kita akan selalu gagal," terangnya.

Terkait hal ini, Amran menjelaskan upaya yang dilakukan Kementan melalui Program Upsus, pertama, meningkatkan indeks pertanaman melalui rehabilitasi irigasi dan membangun embung. Dengan begitu, dari yang biasanya tanam 1 kali menjadi 2-3 kali tanam.

Kedua, meningkatkan efisiensi  biaya produksi melalui bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Tahun 2016, Kalteng mendapatkan bantuan  alsintan sebanyak 1.210 unit, sehingga lahan cepat ditanami kembali. Kemudian, dengan combine harvester agar proses panen dilakukan lebih cepat dan murah serta lossis pun menurun. Begitu pun dengan pompa air agar masalah kekeringan cepat teratasi.

"Ketiga, meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 7 hingga 10 ton melalui bantuan benih unggul," jelasnya.

Amran menuturkan komitmen Kementan untuk merealisasikan hal di atas yakni terbukti dengan telah mengggelontorkan bantuan anggaran untuk Kalteng mencapai 3 kali lipat di tahun 2016 dibanding tahun 2015. Di tahun 2016, besarnya anggaran yang diturunkan yakni Rp 380 miliar, sedangkan di tahun 2015 hanya Rp 200 miliar.

"Untuk itu, di tahun 2016 kami hentikan impor beras dan cabai. Sementara impor jagung turun 60 persen," tuturnya.

Gubernur Kalteng mengatakan kinerja sektor pangan Kalteng di tahun 2016 mengalami peningkatan. Produksi padi surplus sebanyak 196.500 ton dan produksi jagung maupun kedelai mengalami peningkatan.

"Capaian ini karena dukungan penuh program upaya khusus swasembada pangan Kementerian Pertanian. Untuk itu, kami sangat mendukung upaya pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan. Sebab dengan kemajuan pertanian, negara kita bisa menguasai dunia," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Hamdani menyampaikan apresiasi atas kerja keras Mentan karena telah dua kali melakukan penanaman di lokasi tanam padi di atas. Ini menunjukkan bahwa Mentan benar-benar serius membangun pertanian di seluruh wilayah Indonesia, sehingga saat ini di Kalteng, petani dapat melakukan penanama padi 2 hingga 3 kali.

"Untuk itu, kami mendukung penuh pemerintah yakni tidak impor beras dari Thailand dan Vietnam," ujarnya.

Ke depan, agar pembangunan pertanian lebih maju, ia berharap kepada petani agar penataan alsintan yang diberikan digunakan dengan benar-benar untuk kegiatan pertanian.

"Jangan disimpan di rumah, sebab hanya di pemerintah era Jokowi bantuan alsintan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, alsintan harus digunakan secara benar agar terjadi peningkatan produksi dan mensejahterakan petani," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran bersama rombongan, usai kegiatan tanam padi di atas, melakukan Rapat Koordinasi Pangan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Pada rapat ini, Amran berharap Pemerintah Provinsi Kalteng dan para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Indonesia (Gempita) dapat membangun lahan tidur. Sehingga, Kalteng nantinya dapat mengekspor pangan tidak hanya ke Malaysia, namun ke negara-negara lain juga. (Sahrul)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.