Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com - Dari hasil proses penyidikan unit PPA Satuan Reskrim Polres Bitung terkait kasus cabul terhadap Melati (11 tahun) bukan nama sebenarnya, seorang siswi SD warga Kelurahan Wangurer Barat, akhirnya menetapkan MR sang kakek dan (SA) Istri sang kakek sebagai tersangka.
Sang Nenek saat diinterogasi unit PPA Satuan Reskrim Polres Bitung
Dari hasil keterangan yang didapat wartawan suarapembaharu.com. Sang nenek ternyata dengan tega ikut terlibat membantu dalam kasus pencabulan tersebut, dengan alasan jika tak mengikuti perintah sang kakek akan ditinggalkan.

"Saya sudah tidak bisa lagi melayani sang kakek untuk urusan yang satu itu. Saya hanya bisa menuruti perintah kakek, karena kalau tidak dituruti kakek akan meninggalkan saya dan menikah dengan perempuan lain," cerita sang Nenek.

Dari hasil interogasi penyidik, korban bercerita awalnya saat sedang bermain, nenek (istri dari kakek) datang dan mengajak Melati ke rumahnya. Tanpa curiga, Melati seorang gadis kecil lugu yang tak tau apa-apa pun langsung mengikuti sang nenek ke rumahnya

"Mari Jo Pigi Ba Ubah Pa Opa, (Ayo Pergi Berobat Ke Kakek, red)," ucap Melati.

Setibanya di rumah, sang kakek bejat langsung membawa korban ke dalam kamar dan memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, sedangkan sang nenek menunggunya di kursi yang berada diluar kamar.
Sang Nenek saat diinterogasi unit PPA Satuan Reskrim Polres Bitung
Setelah selesai melampiaskan nafsu bejatnya, sang kakek mengancam korban untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Dan Melati pun keluar dari dalam kamar dan diberikan uang Rp50 ribu oleh sang nenek. Kejadia kedua terjadi pada tanggal 5 Desember 2016 dengan modus dan tempat yang sama, yang berbeda korban dibelikan perlengkapan sekolah dan uang Rp. 100.000,- kakek dan nenek.

Kakek pun dijerat dengan hukumna pasal 81 ayat (1) dan (2) subsider pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara sedangkan sang nenek dijerat dengan pasal 81 ayat (1) dan (2) subsider pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 thn 2014 tentang Perlindungan Anak pasal 56 KUHP karena turut membantu sang kakek dalam melakukan perbuatan bejatnya. (Yaser)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.