Suara Pembaharu ideas 2018

Milad IMM ke - 53
Penulis: Fajlurrahman Jurdi (Mantan Ketua DPP IMM dan Dosen Fakultas Hukum UNHAS, Makasar)
Fajlurrahman Jurdi (Mantan Ketua DPP IMM dan Dosen Fakultas Hukum UNHAS, Makasar)
Bersama adalah pilihan rasional, karena sendiri kadang bisa berakhir tak berdaya. Jika rumah punya tiang-tiang sebagai penyangga, Muhammadiyah punya anak-anak muda perekat, yang berjejal dalam rantai jaringan yang panjang. Anak-anak muda itu dimulai dari tunas-tunas baru di Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Homo Academicus di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan benar-benar anak muda di Nasyiatul Aisyiah dan Pemuda Muhammadiyah.

Orang yang berorganisasi punya tujuan, seperti halnya anda naik kendaraan, tentu memiliki tujuan. Ketika anda hendak masuk ke dalam organisasi, mesti ada tujuan-tujuan yang hendak dikejar. Semakin kencang anda bekerja dan memenuhi target, maka akan semakin kuat organisasi yang anda tumpangi. Kuatnya organisasi biasanya selaras dengan target yang akan dicapai.

Beberapa "tiang", "penyangga" atau wadah "tunas-tunas" muda Muhammadiyah yang saya sebutkan diatas, IMM menjadi penentu, karena ia berada di saat situasi transisi, dari remaja yang dilakoni IPM menuju Pemuda yang dinakhkodai oleh Pemuda Muhammadiyah. Maka jangan heran jika di IPM, pengkaderan kadang bersifat indoktrinasi, sedangkan di IMM sudah mulai reflektif. Jika masih ada yang menggunakan pola indoktrinasi di IMM, berarti ia "ketinggalan kereta", karena gerbong rasionalitas dan pemikiran sudah jauh melaju ke depan.

Dua organisasi tunas, yakni IPM dan IMM, dimulai dengan nama "ikatan", bukan "lembaga", bukan "himpunan", bukan "persatuan", juga bukan "aliansi". Makna transendensi dari nama "ikatan" sebenarnya mengacu sesuatu yang "batin", perekat. Jika anda pernah melihat penjual kayu bakar, maka anda akan menemukan tali pengikat untuk menyatukan kayunya, sehingga tidak berjejal. Kayu bakar yang diikat harus diletakkan secara "sejajar" dan "sama lurus" agar gampang di ikat. Semakin rapi posisinya, maka tali untuk mengikat akan gampang dikuatkan.

Secara transendental, "Ikatan" sebagai nama "Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah" merupakan "penyatuan manusia yang rapi dan lurus". Maksudnya adalah berbaris rapi dalam organisasi dan bekerja secara lurus dan ikhlas. Jika ada kader IMM yang berharap imbalan, maka sebaiknya anda menyingkir, karena bisa jadi anda pengkhianat. Jika ada Pengurus organisasi yang menggunakan kendaraan IMM untuk mencari makan, menipu teman dan sejenisnya, maka anda tidak cocok berada di sana, karena watak yang demikian cocok berbisnis atau berpolitik.

Itulah sebabnya kader IMM disebut "cendekiawan berpribadi", "susila, cakap, takwa Kepada Allah". Hal ini merupakan konsekuensi dari nama yang berawal dari kata "ikatan". Kata "ikatan" di ikuti dengan kata "mahasiswa", dalam istilah Pierre Boudieu disebut sebagai Homo Academicus. Mahasiswa secara harfiah adalah "terpelajar". Kata terpelajar ini menjadi "beban" sosial dan psikologis tersendiri bagi mereka yang menjalani kuliah di kampus, khususnya bagi yang mengerti tugas dan tanggungjawab insan akademis.

Karena itu, ketika anda memilih jalan "Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah", berarti memilih "mengikatkan diri" dalam barisan yang rapi, berdiri tegak lurus dalam sikap yang benar, dan tidak menjadi "pelacur" intelektual. Pertanyaan nya adalah, apakah tidak ada kader IMM yang menjadi "pelacur" intelektual?. Ada..banyakk....Jika anda merasa, menyingkirlah dari Ikatan ini, karena jia tidak, anda adalah kawanan yang lepas dari "ikatan".

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.