Suara Pembaharu ideas 2017

Medan, suarapembaharu.com -Seminar Nasional jelang rakornas DPP IMM, diramaikan dengan kehadiran Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Taufan Korompot, ketua Umum DPP IMM menyampaikan bahwa, tujuan polri dan mahasiswa sebenarnya sama.

"Visi Polri, mengayomi masyarakat, dan menciptakan kamtibmas, sebenarnya selaras dengan visi IMM, yaitu mewujudkan Indonesia Berdaulat. Sulit kamtibmas dapat terwujud jika UU dan kebijakan tidak berpihak kepada rakyat, sehingga kedaulatan masih belum 100%, sulit kamtibmas dapat terwujud jika Negara belum sejahtera. Inilah substansi masalah yang ingin diselesaikan IMM, " tegas Taufan, Kamis (18-5-2017).

Dalam sambutannya di seminar nasional dengan tema "meneguhkan peran mahasiswa dalam menjaga keutuhan NKRI" Di asrama haji Medan, 17 mei 2017.

Taufan mencontohkan liberalisasi di sektor migas.

"UU no 22 tahun 2001 dan penyesuaian harga BBM dengan mekanisme pasar contohnya. Ini mengakibatkan hilangnya kedaulatan migas di sektor hulu, hari ini national corporate kita hanya menguasai 13% sumber migas, sehingga kitapun harus impor migas untuk memenuhi konsumsi dalam negeri. wajar jika APBN Kita angkanya tak bergerak dari 1800 T. Pun begitu dengan penyesuain harga minyak dunia dengan mekanisme pasar. Yang mengakibatkan kenaikan harga BBM. untung harga minyak dunia sedang turun. Tapi jika naik nanti, maka yang terjadi adalah inflasi, kemiskinan bertambah, ujung-ujungnya kriminalitas naik. Kalau kriminalitas naik, siapa lagi yang terbebani kalau bukan pihak kepolisian, " tambahnya.

" Seharusnya, kepolisian senantiasa sinergis dengan mahasiswa. Karena mahasiswa membawa ide segar untuk menyelesaikan substansi masalah. Jadi kalau mahasiswa demo, mohon kepolisian untuk memfasilitasi, ingin menyampaikan aspirasi ke pemerintah misalnya, kalau perlu bapak-bapak polisi yang menuntun mahasiswa untuk bertemu langsung dengan pihak yang dituju. Jangan ragu pak kapolri, pak kapolda, pak gub, jika IMM aksi, itu pasti isu yang dibawa sudah melalui kajian yang matang, dan mampu dipertangungjawabkan secara ilmiah. Tanpa kepentingan politik. Karena dalam enam penegasan IMM, jelas ditegaskan bahwa ilmu amaliah, amal ilmiah. Coba kalau fundamental ekonomi kita kuat, pemerataan ekonomi dan pembangunan terwujud, negara sejahtera kita kuliah gratis, gaji polisi naik, ngak perlu lagi kita harus benturan dengan bapak-bapak kepolisian, " pungkas Taufan.

"Di rakornas DPP IMM, sedianya ini kami mengundang KAPOLRI dan TNI. Untuk memberikan pandangannya terkait kondisi kebangsaan yang hari ini embrio embrio pertentangan  sesama anak bangsa sudah mulai terasa. Namun Kapolri yang bersedia hadir, Panglima TNI berhalangan hadir, " tutup Taufan.

Sebagai informasi, Rakornas DPP IMM di Medan, sedianya akan dibuka hari ini oleh ketua DPD RI, dihadiri PP MUHAMMADIYAH. Dan ditutup pada tanggal 20, oleh Menteri ESDM, Ignatius Jonan. (Red/Ist)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.