Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta,suarapembaharu.com - DPR dan pemerintah kini terlalu disibukan membahas RUU Pemilu dan MD3, bahkan telah bersepakat untuk menambah 15 kuota kursi Anggota DPR-RI. Ketua Umum DPP IMM, Taufan Putrev Korompot menilai, DPR dan Pemerintah yang terlalu memprioritaskan pembahasan RUU PEMILU dan kurang membahas persoalan rakyat menjadi indikator tak memprioritaskan persoaan rakyat.
Ketua Umum DPP IMM, Taufan Putrev Korompot
"Sudah begitu pentingkah pembahasan RUU Pemilu, MD3 dan sebagainya itu dibahas saat ini? padahal rakyat disekitar lingkar tambang, setengah mati melawan korporasi yang digdaya, akibat UU pertambangan yang Liberal. Para petani banyak yang ganti profesi karena lahannya dirampas korporasi, ko malah di Senayan ngomongin Nambah Kursi DPR..? Sudah bicara RUU PEMILU, tak lihat rakyat hatinya sedang pilu, karena kedigdayaan korporasi tambang dan krisis agraria," tegas Taufan.

Taufan menambahkan, jika bicara tentang bagi-bagi kekuasaan, dikebut sampai pagi pun tak masalah. walau saling lempar kursi dan sebagainya tapi Giliran bicara nasib rakyat, Diam tanpa suara.

"Pemerintah dan DPR-RI yang katanya wakil rakyat, yang katanya pemimpin, seharusnya memprioritaskan pembahasan UU yang lebih berpihak kepada rakyat, dan sedang dibutuhkan rakyat. Dan Itu baru TRISAKTI yang sesungguhnya." geramnya.

Lanjutnya, Jika memang Trisakti bukan sekedar retorika politik, dan wakil rakyat tak hanya memanfaatkan suara rakyat saat kampanye, maka sudah seharusnya memprioritaskan pembahasan UU yang jadi kebutuhan rakyat, Membahas UU yang berpihak kepada rakyat. Contohnya, UU Pertambangan. Penanaman Modal Asing, UU migas, dan lainnya, yang harus ditinjau kembali agar lebih berpihak kepada rakyat. Bukan ribut-ribut soal penambahan kursi, perangkat di DPR, apalagi ribut soal penghapusan pasal penodaan agama"

"Tak ada gunanya bahas pemilu, MD3, Termasuk RUU terorisme, jika rakyat belum sejahtera. Demokrasi akan sekedar prosedural, gerakan separatis dan terorisme tetap akan tumbuh subur akibat kesenjangan ekonomi, semakin jauh kita dari demokrasi substansial," ungkap Taufan

"Ramadhan harusnya meningkatkan kepekaan sosial umat, begitupun pemimpin. Bukan malah meningkatkan nafsu kekuasaan," tutup Taufan.

Sahrul Setiawan

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.