Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, Suarapembaharu.com - Kita bisa kritis, tapi tidak separatis. Kalimat ini disampaikan Anthonius Sompotan atau lebih akrab disapa Jenderal Athos menanggapi adanya kata "Referendum" yang dicetuskan sekelompok orang di bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara akhir akhir ini.

Menurut Athos, oknum yang mengeluarkan kata  referendum harus ditindak tegas. Karena menurutnya, tujuan referendum itu bukan lagi NKRI dan Pancasila.

" Tangkap dan tindak tegas oknum yang coba melakukan hal itu. Karena sesuai alinea ketiga proklamasi Permesta menyebutkan bahwa segalah peralihan dan penyesuaiannya dilakukan dalam waktu sesingkat singkatnya. Dalam arti, tidak di ulangi atau tidak melepaskan diri dari Republik Indonesia. Kata "Tidak di Ulangi" sengaja diselipkan disitu, bisa dianggap sebagai penegasan bahwa Permesta bukan gerakan separatis, " Jelas Athos, Minggu (4-6-2017).

Menurutnya lagi, Sulawesi Utara harus aman dan damai, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah segala galanya.

"Sulut Aman, Sulut Damai, NKRI segala galanya, " pungkasnya seperti yang ditulis diakun media sosial miliknya.

Reporter: Yaser Baginda
Editor: Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.