Suara Pembaharu ideas 2018

Boltim, Suarapembaharu.com - Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur Rusdi Gumalangit mengatakan masalah batas wilayah antara Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Bolaang Mongondouw Timut (Boltim) sudah selesai.

"Batas wilayah tersebut sudah disepakati antara Kabupaten Minahasa dan Bolaang Mongondow tahun 2003. Dan hasil kesepakatan sudah dikirim ke Kementerian Dalam Negeri," ujar Rusdi Gumalangit di ruang kerjanya, Rabu (7-6-2017).

Kata dia, surat kesepakatan itu ada sebelum adanya daerah pemekaran baik Minahasa Selatan maupun Bolaang Mongondow Timur. Kesepakatan tersebut difasilitasi oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara saat itu oleh Gubernur  A.J Sondakh.

"Maka soal wilayah dan titik koordinat perbatasan harus mengikut kesepakatan awal. Saya anggap itu sudah tidak dibicarakan lagi," kata Gumalangit

Persoalan ini muncul kembali, setelah masalah segmen batas daerah dibahas lagi di Hotel Arya Duta Manado pada tanggal 29-31 Mei 2017 lalu.

Menurut Rusdi, harusnya pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melihat kesepakatan tahun 2003 antara Minahasa dan Bolaang Mongondow. Agar masalah ini tak melebar ke mana-mana.

Rusdi menambakan isi kesepakatan sudah jelas bahwa batas wilayah dua daerah telah tuntas dengan cara kompromi oleh kedua belah pihak. Bahwa wilayah kedua daerah mengikuti batas alam dimulai dari arah pinggir utara ke timur dan selatan danau Moat sampai sungai Kokapoy, masuk mengikuti aliran sungai dan hulu sungai Kokapoy serta langsung mengikuti punggung gunung.
Lanjut dia, untuk pemukiman Trasmigrasi Kakenturan dan Danau Moat keseluruan masuk dalam wilayah Administrasi Bolaang Mongondow sedangkan warga kabupaten Minahasa di sekitar Danau bisa memanfaatkan dan mengunakan air danau.

Sementara  Bagian tata pemerintahan Setda Boltim Ikhlas Pasambuna mengatakan masalah batas yang ada di lokasi Kecamatan Mo'oat Desa Kokapoy dan Guaan, hasil pertemuan pada 29-31 Mei di Manado. Pemerintah Minsel dan Boltim harus menyerakan dokumen kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Utara paling lambat minggu ke 4 Juni 2017.

"Kami juga sudah menerima telepon dari Provinsi bahwa pada Rabu (7/6) akan ada pertemuan di daerah batas wilayah antara Minsel dan Boltim," ujar Ikhlas Pasambuna.

"Harusnya pihak Provinsi Sulawesi Utara memberikan surat resmi bukan telepon terkait masalah batas wilayah ini," pungkas Rusdi.

Reporter: Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.