Suara Pembaharu ideas 2017

Jakarta, Suarapembaharu.com -Bertempat di Bakul Tukul Cikini, Jakarta, Kamis (15-6- 2017) digelar
Diskusi Interaktif Indonesia Culture dengan tema " Pancasila Harga Mati, khilafah No! ".

Pacasila adalah hal yang paten dan final untuk bangsa ini, ideologi bangsa indonesia ini lahir dari perenungan yang dalam para pemikir bangsa, yang di ambil dari nilai culture​ atau budaya didalam masyarakat.

Pahmudin Cholik selaku Penasehat Indonesia culture menginginkan bangsa ini berpikir sektarian, antara mayoritas dan Minoritas.

"Pancasila kembali bergejolak saat pilkada DKI Jakarta, ada hal yang menggugah perasaan kita sebagai warga negara, politik identitas yang mengarahkan kita berpikir mayoritas dan minoritas, hal demikian seharusnya tidak mewarnai proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintah harus dikawal dalam segala hal yang berpihak pada kemaslahatan bangsa dan negara, masyarakat wajib hidup sejahtera dan tenang, hentikan hal-hal yang bersifat propokatif memecah belah masyarakat, kehidupan rukun dan tentram adalah hal yang paling utama. Saya salut dengan penyampaian Menhan yang santun menyampaikan bahwa jika ada yang berpikir mendorong dasar negara selain pancasila, maka silahkan keluar dari NKRI, " jelasnya.

Sedangkan narasumber lain, Razikin Junardi  yang juga adalah Aktivis Muhammadiyah yang menjadi pembicara pertama mengungkapkan jika pancasila sudah final dalam kehidupan berbangsa, pancasila harusnya sudah di aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, dan melihat ada poin yang di anak tirikan dalam pengaktualisasian Pancasila

"bahwa dirinya tidak sepakat dengan Negara Islam di Indonesia. Pancasila sudah final, hanya saja pemerintah wajib menjalankan poin demi poin pancasila itu, yang paling utama ada lah sila yang kelima, keadilan jangan dianak tirikan, kedua jangan pernah lengah dengan proksi war, soal HTI jangan dibuat tertutup, buka selebar-lebarnya untuk bahan perdebatan, " jelasnya.

Pembicara kedua Muhammad Sofha Menyampaikan untuk pemerintahan saat ini menghentikan tindakan yang propokatif soal ulama, dan yang kedua masyarakat harus mencermati apa yang sedang melanda bangsa ini.

"Masyarakat harus benar-benar pandai menahan diri, dan mencermati apa yang sedang melanda ulama," tegas Shofa yang akrab disapa bung Shofa direktur LAPMI PB HMI itu.

Diskusi ini di hadiri juga oleh beberapa perwakilan OKP, dan Aktivis Mahasiswa Jakarta yang di laksanakan pada Pukul 15.30 WIB dan selesai menjelang buka puasa.

Editor :Arham Licin

Ket Foto : (ist) suasana diskusi di Cikini Jakarta

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.