Suara Pembaharu ideas 2017

Manado, Suarapembaharu.com - Tewasnya seorang mahasiswi asal Kabupaten Talaud disalah satu tempat kos kosan di daerah Malalayang membuat warga sekitar terkejut, Jum'at (2-6-2017).

Mahasiswi bernama Indira Patoni (23) ini ditemukan tewas gantung diri dengan seutas tali dikamarnya oleh salah satu penghuni kos tersebut.

Polisi yang tiba dilokasi dan meminta mayat korban untuk di Otopsi, namun Ayah korban Max Patoni (52) menolak putrinya di outopsi. Menurut ayah korban, hari itu , dia baru saja sampai dari Talaud bermaksud menemui anaknya yang sebentar lagi akan mengikuti KKN dan sebelumnya nya sudah janjian melalui pesan Whats App untuk bertemu di Kampus Universitas Samratulangi Manado (Unsrat).

Saat berada di tempat yang di maksud, ayah korban tidak berjumpa dengan korban, dan ketika di hubungi nomornya tidak aktif, dan akhirnya Max memutuskan untuk ke Tempat Kos Korban di Kelurahan Kleak Lingkungan II. Dirinya pun menduga korban benar benar bunuh diri.

“ Maksud kedatangan saya untuk mengecek nilai ujian korban karena korban pernah berdusta tentang nilai ujianya.inilah kemungkinan yang menjadi penyebab korban menjadi takut dan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” jelas Max.

Korban kemudian dibawa ke Ruang Pemulasaran RSUP Prof Kandou untuk dilakukan otopsi luar.

Reporter : Nanang Noholo
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.