Suara Pembaharu ideas 2017

Boltim,Suarapembaharu.com - Sejumlah Petani Cabai (Rica) di Desa Purworejo, Kecamatan Modayag, Kabupaten Boltim akan terancam gagal panen. Pasalnya, hama penyakit Mentek yang menyerang tanaman Cabai milik mereka sampai saat ini obat anti penyakit tersebut belum ditemukan.

Menurut Ati Mail (34), salah satu petani mengatakan bahwa penyakit tersebut sangat mengancam produksi Cabai, jika sudah terserang. Maka petani harus memusnakan tanam yang terserang, agar tidak terjangkit ke tanaman yang sehat.

"Awal penyakit ini, bintik-bintik berwarna putih dibuah. lama kelamaan terjadi pembusukan disebagian buah, walaupun terjadi busuk tidak jatuh ke tanah. Jika dibiarkan akan menyerang sampai batang hingga akar serta tanaman lain, " jelas Ati, Selasa (12-6-2017).

Berbagai cara diupayakan agar penyakit ini tak menyerang tanaman Cabai dengan melakukan penyemprotan pestisida dan jenis obat lain.

"Tapi sejauh ini, tidak ada solusinya dari pihak Dinas Pertanian. Belum menemukan obat yang cocok untuk membasminya," ujar Ati lagi.

Selain penyakit Muntek (kriting), cuaca juga yang mempengaruhi hasil produksi cabai. Jika terus menerus hujan, maka buah Cabai akan rusak mulai batang sampai buah rontok.

" Kami harap agar dinas Pertanian memberikan sosialisasi mengenai cara penanganan masalah ini lewat kelompok tani," ujar Yuni Lok (46) warga lainnya.

Sementara Plt Kadis Pertanian Ramlah Mokodompis mengatakan, semua penyakit pada cabai pasti ada solusinya.

"Kami sudah menurunkan tim penyuluhan untuk melakukan sosialisasi terhadap cara menghadapi dan perawatan cabai agar hasil panennya baik," ujar Ramla.

Kata dia, penyakit Muntek (kriting) bisa diatasi dengan mengubah pola tanam dari petani. Misalnya tanam yang sudah terserang penyakit, jangan ditanam kembali. Akan tetapi dimusnahkan, lalu ganti bibit baru.

"Sebab kebiasaan petani. Bahwa tanaman atau bibit sebelumnya bagus, maka ditanam kembali. Pada hal sudah terserang penyakit. Ramlah menambahkan, tim akan melakukan sosialisasi tentang cara merawat race tersebut," pungkasnya.

Reporter : Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin

Ket Foto : Petani Cabai saat memperlihatkan kebun cabai yang terserang penyakit

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.