Suara Pembaharu ideas 2017

Manado, Suarapembaharu.com -Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Benny Ramdhani  menyebut laporan penipuan yang dialamatkan kepadanya adalah laporan palsu. Namun senator yang akrab disapa Brani ini tidak berniat untuk membuat laporan balik. Benny mengatakan kalau dirinya sedang berpikir apakah harus membuat laporan balik. Karena kalau melaporkan balik, dia telah menemukan pasalnya yaitu laporan palsu yang diancam dengan pidana penjara diatas lima tahun.

"Tapi kembali pada pribadi saya, apakah etis saya melaporkan rakyat, apakah etis saya memenjarakan masyarakat?" jelasnya saat menghubungi awak media ini, Rabu (14-6-2017).

Menurut Benny lagi, dirinya selama ini dikenal masyarakat Sulut sosok yang sering membantu berbagai persoalan masyarakat. Termasuk anggota satgas yang bermasah dengan pihak kepolisian. Bahkan, dirinya sering menjadi jaminan kepada pihak kepolisian jika ada masyarakat yang berurusan dengan pihak berwajib.

"Saya sering membantu dan meminta kepada kepolisian agar anak anak dikeluarinlah, nanti kalau masalah jaminan dia tidak akan nakal dan tidak mengulangi kesalahan, saya jadi garansi. Jadi,   urusan rakyat saya di depan membela, dalam kasus ini apakah saya etis melaporkan balik dengan pasal yang bisa dijerat yaitu laporan palsu?" ungkapnya lagi.

Menurutnya, adapun yang menjadi permasalahan laporan atas dirinya, adalah pinjam meminjam uang ini baru sekarang diangkat setelah dua tahun setengah dirinya di DPD.

"Boleh dia beralasan atau saya beralasan tidak ada komunikasi, HP saya sudah saya ganti nomor misalnya. Yang sangat mengejutkan saya  adalah ini langsung bersifat laporan polisi dengan tuduhan penipuan. Makanya saya berkeyakinan dengan resuming dan alasan tadi kalau saya ingin kaya, peluang korupsi bisa saya lakukan selama 3 periode, tidak harus menipu rakyat, jadi tuduhan penipuan ini adalah tidak benar," tegasnya.

Lanjutnya, kembali pada masalah pinjam meminjam, pria asal Bolmong ini bertanya kenapa tidak diperlihatkan kepadanya, jumlah dan sisanya. Jika memang itu ada dia akan membayarnya.

"Kalau karena kemiskinan, kebetulan saya lagi tidak ada uang, ya minimalkan kalau jadi pejabat saya bisa hutang di bank, bisa saya lakukan untuk memenuhi tanggung jawab saya yang berhutang, karena hutang harus dibayar, mungkin dia juga sudah butuh, ya sudah, uang tidak ada di dompet, tidak ada di tangan, ya sudah, saya hutang di bank, akan saya gadaikan misalnya mobil," jelasnya lagi.

Sementara mengenai tudingan penipuan dengan menjanjikan proyek, dia membantahnya. Dia menjelaskan peluang untuk korupsi itu salah satunya main proyek di DPRD Provinsi.

"Saya bisa kaya, kenapa hanya seorang Fransisco yang saya tipu? dengan uang sebesar itu kemudian kondisi saya juga tidak pernah kaya-kaya hingga hari ini? 15 tahun loh saya," ungkapnya. Benny lalu mencontohkan, kalau dirinya dikenal vokal saat di DPRD. Apabila kevokalan itu disalahgunakannya untuk menghipnotis atau bermain dengan Kepala Dinas, dirinya bisa kaya tanpa menipu.

"Coba bayangkan dalam setahun anggaran, kita bisa main mata dengan kepala dinas untuk bermain anggaran. 15 tahun berapa kekayaan yang saya kumpul dalam permainan, itu peluang untuk kita korupsi, tapi itu tidak saya lakukan, " tutup bang Brani sapaan akrab pria yang memang terkenal vocal ini.

Reporter : Nanang Noholo
Editor : Arham Licin

Ket Foto : Benny Ramdhani Anggota DPD RI

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.