Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com- Pungutan liar (Pungli) yang terjadi di SMP Negeri 2 Bitung pada saat penerimaan siswa baru nampaknya berdampak negatif kepada nama baik sekolah.


Betapa tidak, sekolah unggulan yang menjadi faovorit di Kota Bitung itu harus tercoreng dengan adanya aksi tidak terpuji yang diduga dilakukan mantan pengurus komite di sekolah tersebut. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bitung Robby Kawengian dan Ketua Komite Imran Luawo, belum lama ini.


Infornasi diperoleh, Rabu (12-7-2017), kemarin, pungli yang dilakukan kepada sejumlah orang tua calon siswa yang mendaftarkan anak mereka mengecam keras tindakan tersebut. Mereka pun meminta pihak sekolah bertanggungjawab akan hal itu. Menurut kesaksian para orang tua siswa bahwa mereka sudah terlanjur memmberikan uang kepada oknum tersebut karena dijanjikan akan meloloskan anak mereka ke sekolah ternama di Bitung itu.

"Kita sudah berikan uang kepada orang itu. Katanya anak kami akan diloloskan. Akan tetapi kenyataannya anak kami tidak lulus. Padahal saat diberikan uang dirinya mengatakan bahwa kita tidak perlu khawatir. Menurutnya dia memiliki orang dalam karena dia sudah lama mengbadi di sekolah tersebut," beber sejumlah orang tua yang enggan disebutkan namanya.

Sejumlah orang tua itu pun meminta kepada pihak sekolah agar bertanggungjawab atas masalah ini. Sebab, pungli tersebut terjadi dilingkup sekolah SMP 2 Negeri Bitung. Mereka pun meminta agar ini diproses hukum, agar bisa diketahui siapa-siapa dalang dibalik kasus tersebut.

"Kepsek dan komite harus bertanggungjawab. Jangan masalah ini didiamkan. Takutny kedepan akan makin banyak korban. Apalagi orang tersebut mengaku pernah menjadi bagian di sekolah ini. Jadi otomatis pihak sekolah tahu tentang orang ini. Kami berharap ada langkah kongkrit yang diambil pihak sekolah untuk menyikapi masalah ini. Jika tidak bisa mengembalikan uang kami setidaknya lakukan langkah hukum agar ada efek jerah bagi pelau," pinta orang tua yang merasa kecewa.

Sementara itu, Kepala Sekolah Robby Kawengian menuturkan pihaknya mengenal oknum tersebut. Menurut keduanya oknum

Tersebut pernah menjadi bagian komite di sekolah SMP Negeri 2 Bitung.

"Kalau ciri-cirinya kita kenal. Kita tidak enak menyebutkan namanya jika belum terbukti dia. Tapi jika dilihat dari ciri-ciri yang disampaikan orang tua sudah pasti dia," beber kepsek.


Sementara itu, anggota komite Imran Luawo saat dimintai tanggapan terkait pungli tersebut merasa kaget dan tidak habis fikir jika aksi itu dilakukan oleh terduga yang juga mantan komite.

"Orangnya biasa di sekolah ini. Tapi kita baru tahu kalau dia melakukan pungli. Dugaan sementara kita mengarah ke dia," ucap Imran.

Imran saat ditanya terkait kebernaian oknum tersebut melakukan pungli karena ada orang dalam yang bekerjasama dengannya membantah dengan tegas.

"Iya, dia memang berani melakukan pungli. Tapi kami sebagai komite dan pihak sekolah tidak pernah menerima uang ataupun sogokan dari terduga ini. Jika pun ada pasti kami akan proses sesuai hukum. Selama ini kita masih mengikuti aturan," tegas Imran

Reporter : Yaser Baginda
Editor      : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.