Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com - Kabar mengcengangkan kembali mencuat ke publik, kali ini terkait dugaan adanya makelar dan mafia calon jamaah haji di Kota Bitung.


Pasalnya, kabar ini muncul karena adanya sejumlah calon jamaah haji yang merasa ditipu oleh Kemenag Kota Bitung terkait pendaftaran haji. Dimana pihak kemenag Bitung menjajikan para calon jamaah haji tersebut  akan diberangkatkan haji pada tahun ini dengan catatan harus membayar Rp 100 juta rupiah.


Informasi yang dirangkum melaui sumber resmi suarapembaharu.com, Rabu (12-7-2017), Bahwa sebanyak delapan orang calon jamaah haji yang berasal dari kalimantan mendaftarkan diri dari tahun 2015 untuk naik haji melalui jalur Bitung. Dimana pihak Kemenang Bitung pun mengiyakan dengan syarat harus menyetor Rp 40 juta sebagai uang muka.

"Jadi pihak Kemenag Bitung berjanji bahwa kita akan diberangkatkan haji pada tahun ini. Dengan catatan sebelumnya kita harus membayar Rp 100 juta. Dengan tanda jadinya kita sudah berikan uang Rp 40 juta kepada pihak Kemenag Bitung dengan cara ditransfer, dan sisanya akan diberikan setelah nama kita sudah pasti terdaftar haji," ungkap sumber yang meminta dirahasiakan namanya.

Menurut sumber, mereka merasa sudah ditipu mentah-mentah oleh pihak Kemenag Bitung karena masalah ini. Kedelepan orang juga itu kata sumber tidak berani melaporkan ke pihak berwajib. Karena takut nama mereka di coret dari daftar haji.

"Kita tidak berani lapor secara resmi, karena bisa saja kita sudah tidak bisa berangkat haji" beber sumber lagi.

Sementara itu, Kepala Kemenag Bitung H Ulyas Taha saat dikonfirmasi membantah dengan tegas terkait kabar tersebut.

"Itu berita bohong. Hanya kabar burung," kata Taha, saat dijumpai beberapa media di ruang kerjanya.


Dirinya juga mengakui bahwa sudah sempat dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait masalah tersebut.

"Sudah konfirmasi ke Polisi dan polisi tidak mendapatkan apa-apa terkait kabar ini. Saya juga sempat dipanggil untuk dimintai keterangan. Tapi kita jawab seadanya saja. Apalagi yang bersangkutan atau para korban yang mengaku ditipu itu tidak pernah datang untuk melaporkan kepada kami. Saya juga sempat mendengar kabar inidari luar. Tapi ketika di tanya tidak ada yang tahu," kata Taha.

Dirinya juga menuturkan bahwa, untuk pendaftaran dan keberangkatan haji sudah melalui sistem komputer. Yang menurutnya tidak bisa dimanifulasi atau di otak atik. Apalagi kata dia sampai boking-boking seperti itu.

"Mendaftar itu pakai sistem komputer dan sudah terjadwal. Karena saat ini sudah pakai sistem informasi dan komunikasi haji terpadu (Siskohat, red). Jadi mana mugkin kita bertindak diluar aturan. Jika memang benar silahkan laporkan secara resmi ke pihak berwajib biar di proses sesuai hukum," tandasnya.

Reporter : Yaser Baginda
Editor      : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.