Suara Pembaharu ideas 2017

Boltim,Suarapembaharu.com - Masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara mengenal pulau ini dengan nama Pulau Racun. Entah siapa yang menamainya demikian, tapi
Pulau tanpa penghuni ini memiliki keistimewaan.

Jika anda pecinta dunia bawah laut (Underwater), maka Pulau Racun menjadi pilihan yang pas untuk menyalurkan kegemaran tersebut dan menikmati aneka kehidupan bawah laut dengan berbagai macam ikan,termasuk mengeksplore sebuah goa yang ada dibawah laut sekitar pulau itu.

" Saya pernah mengantar sejumlah mahasiswa untuk menyelam, dan mereka katakan bahwa didalam laut sekitar pulau Racun terdapat goa dan ikan sangat banyak disana, " jelas Efendi Wakid (52) salah seorang nelayan Desa Bulawan.

Saking banyaknya ikan yang hidup ditempat tersebut, membuatnya menjadi magnet bagi warga dari Bolaang Mongondow Timur dan Minahasa Tenggara untuk memancing, baik sekedar menyalurkan hobi maupun sebagai mata pencarian.

Buat anda yang berniat menyambangi pulau tersebut, tidak harus merogoh kocek yang banyak, cukup menaiki Katinting (Perahu Motor tempel, Red) dari Desa Bulawan dengan waktu tempuh sekitar 10-15 Menit, anda sudah bisa menikmati indahnya Pulau Racun.

Tapi ingat guys, jika musim gelombang tinggi disertai angin kencang, tidak disarankan untuk mendatangi pulau ini. Karena, selain tidak memiliki dermaga untuk perahu bersandar, juga berbahaya bagi keselamatan penumpang. Karena dinding batu yang terdapat di pulau ini sangat keras dan membahayakan perahu yang mengangkut anda.

"Memang ukuran pulaunya kecil, sekitar 90 meter dengan lebar 40 meter. Akan tetapi potensi ikan di sini termasuk paling banyak," ungkap Juma Mokoagow (46) salah seorang nelayan dari Kotabunan yang berbincang dengan awak media ini, Minggu (16-7-2017).

Menurut Juma, warga sering datang ke sini, jika cuaca bagus untuk memacing. Ikan Bubara, goropa serta gorago paling banyak dijumpai. Bahkan, Juma memberi sedikit bocoran, katanya walaupun setiap hari ikan disekitar Pulau Racun ditangkap menggunakan kail, ikan ikan ditempat itu tidak akan habis.

" ikan di sini tidak akan habis walaupun sering dipancing. Tapi jangan menggunakan jaring apalagi bom ikan, " katanya sambil berpesan tetap menjaga habitat ikan tersebut.

Reporter : Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.