Suara Pembaharu ideas 2017

Boltim, Suarapembaharu.com - Astaga Anak Putus Sekolah di Boltim paling banyak dipengaruhi faktor ekonomi dan lingkungan yang tidak mendukung.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boltim Yusri Damopolii, Jumat (4-8-2017). Namun ironisnya, data yang digunakan oleh Dinas Pendidikan merupakan data lama yang terakhir diperbaharui pada tahun 2015.

Pada tahun itu, jumlah anak putus sekolah disemua jenjang sebanyak 33 orang. Sebanyak 14 orang anak yang berhenti sekolah dasar (SD), 8 orang anak berhenti sekolah menengah pertama (SMP), dan 11 orang anak berhenti di sekolah menengah atas (SMA).

"Sejak tahun 2015 ada 33 anak yang putus sekolah. 23 diantaranya mempunyai alasan tak melanjutkan, karena pengaulan lingkungan, sisanya faktor ekonomi keluarga, " ungkap Damopolii.

Sedangkan untuk data tahun 2016-2017, pihaknya belum memiliki data akurat. Namun dalam waktu dekat akan segera turun lapangan untuk melakukan kroscek dan mendata langsung jumlah anak yang putus sekolah.

"Jadi rencananya tim akan turun ke  56 Sekolah Dasar dan 28  Sekolah Menegah Pertama dan atas untuk melakukan pendataan," ujarnya.

Kadis Damopolii menambahkan bahwa hasil pendataan tahun 2017 ini akan menjadi dasar untuk rencana penerbitan Kartu Boltim Cerdas.

"  Rencananya tahun 2018 dinas, akan membuat kartu Boltim cerdas bagi keluarga miskin dan kurang mampu, " pungkasnya.

Reporter : Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.