Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, Suarapembaharu.com -Buruknya pelayanan Terminal Petikemas Bitung membuat sejumlah pengusaha yang tergabung didalam Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) atau Indonesian Logistic Forwarder Assosiation (ILFA) Sulawesi Utara kesal. Pasalnya, keterlambatan pemasukan dan pengeluaran barang milik para pengusaha dari dan kedalam area TPB menyebabkan kerugian harus mereka tanggung.

" Pihak Manajemen TPB hanya memberikan janji akan memperbaiki sistem pelayanan. Tapi sampai saat ini tidak ada realisasi terhadap janji tersebut, " jelas Sekretaris ALFI/ILFA Ramlan Ifran akhir pekan ini.

Sama seperti Ramlan, Salah seorang pengusaha yang juga berkecimpung dipelabuhan Bitung yang meminta namanya tidak dipublish mengatakan, biaya handling bongkar di Terminal Petikemas Bitung dengan Terminal Petikemas Makassar sangat berbeda jauh.

"Pelayanan buruk tapi selisih biaya sangat jauh sekali, " jelasnya sambil mewanti wanti agar identitasnya tidak dipublish, Senin (21-8-2017).

Bahkan, sosok pengusaha muda ini merinci, berapa besaran selisih biaya antara Terminal Petikemas Bitung dengan Terminal Petikemas Makassar. Untuk kontainer 20 Dry Freight (20 feet) selisihnya mencapai Rp.189.000 per kontainer. Sedangkan untuk kontainer 40 feet selisihnya lebih besar lagi yakni Rp.268.700. Rincian tersebut belum termasuk Penumpukan, Listrik, Lift On, dan Penumpukan.

" Bagaimana mau jadi pelabuhan internasional. Pelayanan buruk, biaya tinggi. Jika GM TPB tak mampu memberikan pelayanan yang baik, sebaiknya diganti saja sama orang yang lebih baik, " pungkasnya.

Reporter : Yaser Baginda
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.