Suara Pembaharu ideas 2017

Jakarta, Suarapembaharu.com - Pagi ini saya berdiskusi dengan Novel Baswedan. Terkait Pernyataan Kapolri setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Ada tiga point Penting yang menjadi perhatian dari diskusi tersebut, dan menurut Novel perlu Saya sampaikan kepada publik.

Pertama. Terkait dengan keinginan Kapolri untuk melibatkan KPK menjadi satu Tim bersama, dalam penyidikan pengungkapan Kasus Penyerangan terhadap dirinya, Novel menyampaikan, "Menduga Kapolri memiliki bukti dugaan ada suap atau Korupsi yang melibatkan pihak oknum kepolisian yang terkait dengan kasus Penyerangan terhadap dirinya, sehingga harus melibatkan KPK dalam satu Tim untuk membongkar kasus Penyerangan terhadap dirinya, Karena Bila tidak ada kasus Korupsi, maka permintaan Kapolri membentuk Tim bersama dengan KPK, keliru, Karena bukan tupoksi KPK menangani kasus terorisme atau kekerasan seperti yang Novel Baswedan alami".

Kedua. Terkait dengan penolakan Kapolri terhadap pembentukan, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independent yang diusulkan kepada Presiden, menurut Novel sesuai diskusi Saya dengan dia pagi ini, seharusnya dengan adanya Tim independent yang kredibel, Kapolri  dibantu untuk Menghadirkan kepercayaan publik, Karena bisa ditemukenali proses "ganjil" dalam penanganan kasus Penyerangan terhadap Novel Baswedan ini, obyektifitas dan kualitas pengusutan akan semakin baik dan Kapolri terbantu untuk mempercepat pengungkapan kasus ini sesegera mungkin, sehingga beliau bisa melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur kepolisian dibawah beliau. Oleh sebab itu, agak aneh Apabila penolakan keras dilakukan oleh Kapolri, padahal TGPF sejatinya membantu kualitas kerja beliau dalam penanganan kasus Novel Baswedan.

Ketiga. Novel Baswedan berkeyakinan, kasus Penyerangan terhadap dirinya tidak Akan diungkap dan dituntaskan kepolisian, bila hanya ditangani oleh pihak kepolisian sendiri tanpa TGPF yang independent dan Kridibel. Upaya menggandeng pihak lain dalam Hal ini KPK diduga oleh Novel sebagai upaya mencari pembenaran seolah-olah Polisi serius

Demikian pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah seusai bertemu dan berbincang dengan Novel Baswedan penyidik KPK pagi ini, Selasa (1-8-2017) di Jakarta.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.