Suara Pembaharu ideas 2017

Jakarta, Suarapembaharu.com -Kota Meikarta yang terletak di Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat dengan luas 2.200 Hektare adalah milik Lippo Group. Kota ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2014 silam dan direncanakan menjadi jalur lintasan kereta api cepat Jakarta-Bandung dan akan menjadi kota saingan Jakarta.

Kota ini akan memiliki  400 ribu Unit hunian dengan harga 400 juta rupiah per unitnya. Diperkirakan, kota ini juga akan dihuni oleh sekitar 2 juta jiwa dan siap huni mulai tahun 2018.

Harga tanah di kota ini dipatok Rp. 12,5 juta/m2, memiliki Gedung pencakar langit sebanyak 100 Unit, serta 7 pusat perbelanjaan, rumah sakit Internasional, pusat keuangan Internasional, 10 hotel Internasional berbintang lima, Perpustakaan Nasional, opera theatre and art centre, 100 SD Internasional dan Sekolah Nasional plus, serta 50 SMP, SMA Nasional, dan Internasional.

" Saya baru pertama sekali membaca berita terkait Kota Meikarta. Kesan pertama begitu terpesona berlanjut khawatir akan kota ini merupakan salah satu sarana ekspansi besar-besaran pendatang asing di negeri ini. Mirip Reklamasi diteluk Jakarta, " ungkap Muhammad Ibrahim beberapa waktu lalu disalah satu media sosial.

Mencermati data diatas, Ibrahim kurang yakin bahwa penghuni Kota baru tersebut adalah warga pribumi yang berpenghasilan pas-pasan. Untuk mengisi 2 juta penduduk dalam satu Kota, sangat sulit membayangkan itu berlangsung secara alami seperti proses Urbanisasi atau pembelian rumah secara konvensional oleh orang perorang.

" Apabila dipasarkan secara konvensional untuk penduduk Pribumi, saya rasa sampai 20 tahun kedepan 400 ribu hunian yang ada belum tentu akan terjual sehingga akan merugikan pengusaha yang menggelontorkan dana sejumlah 278 Triliun ditambah biaya pembebasan lahan 2.200 Ha, " Tulisnya.

Oleh karena itu, menurut pandangannya, bahwa untuk mengisi penduduk Kota Meikarta yang berjumlah 2 juta jiwa harus dengan cara terorganisir. (ingat wacana Dwi Kewarganegaraan yang lagi promosi dan UU yang memperbolehkan asing memiliki Property di Indonesia).

" Apalagi bila kita kaitkan dengan proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung yang dimulai dengan kontroversi tarik menarik kepentingan (Meikarta lintasan Kereta Api cepat itu). Sungguh sangat menyedihkan bila kita berpikir kebelakang terkait pembiayaan Proyek Kereta Api Cepat dengan menggunakan Dana Pinjaman dari Bank CDB RRC, " lanjutnya.

Kita minjam uang dari RRT untuk membangun Kereta Api Cepat yang konon menurut beberapa ahli tidak terlalu dibutuhkan karena telah memiliki 2 ruas Tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Belakangan baru terungkap bahwa jalur Kereta Api cepat itu akan masuk ke Kota Meikarta yang notabene milik Taipan asing.

" Saat ini saya hanya dapat mengeluh dan bergumam dalam hati. " Alangkah sedihnya kita pewaris bumi pertiwi ini hanya dapat menonton tanpa berdaya menyaksikan pengusaha membangun kota baru milik pribadi seperti membangun diwilayah tak bertuan ?". Kalau bisa saya lanjutkan " sepertinya mereka telah mendirikan negara dalam negara," pungkasnya.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.