Suara Pembaharu ideas 2018

Boltim, Suarapembaharu.com -
Penampilan siswa siswi SMP Negeri Kotabunan saat memainkan drama kolosal dengan tajuk  Perlawanan Laskar Banteng mengusir Kolonial Belanda dari Bolaang Mongondow yang berlangsung di lapangan Gogaluman, Kamis (17-8-2017).

Drama kolosal ini dipentaskan, di depan Bupati Bolaang MongondowTimur Sehan Landjar, setelah selesai melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati detik detik proklamsi 17 Agustus.

Warga yang ikut menyaksikan drama kolosal ini sempat menetaskan airmata, ketika melihat adegan seorang bapak dan ibu menangisi anaknya yang tewas di medan perang melawan penjajah Belanda.

"Saat adegan ibu dan bapak menangis melihat anaknya meninggal, saya langsung meneteskan air mata, ketika adegan itu. Karena membayangkan betapa besar pengorbanan mereka mempertahankan Indonesia," ujar Lita Potabuga salah satu warga yang ikut menyaksikan penampilan para siswa siswi berbakat tersebut.

Menurutnya, makna di balik drama tentang peristiwa 19 Desember 1945 di Bolaang Mongondow, perlu diketahui, sebab perjuangan pahlawan serta semangat harus terus dicontohkan sampai sekarang.

Sementara Iman Moha, guru seni budaya SMP Negeri Kotabunan mengatakan, cerita ini diangkat dari perjuangan masyarakat Bolmong dalam mengusir Belanda.

Kejadian pada 19 Desember  1945 dimana pasukan Banteng dibawah pimpinan Faisal Kasad Damopolii sebagai Komandan umum. Sewaktu itu Bolmong dipimpin oleh raja H.J.C. Manoppo.

"Memang rakyat Bolmong sewaktu itu begitu gigih melawan Belanda. Sehingga mereka rela mati demi mempertahankan daerah Bolmong," ujar Imam Moha.

Reporter : Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.