Suara Pembaharu ideas 2017

Sitaro, Suarapembaharu.com-Ajang pesta demokrasi 5 tahunan akan segera di laksanakan pada oktober 2018 nanti. dengan demikian akan terpilih sepasang pemimpin untuk membangun daerah yang di juluki 47 pulau tersebut.

Tapi sayangnya, pilkada belum dimulai, para kandidat calon bupati dari partai tertentu yang belum pasti terakomodir dari partainya masing-masing sudah saling sikut menyikut dengan berbagai macam cara.

Hal itu terjadi pada salah satu calon bupati yang bernaung di salah satu partai politik berinisial BNJ (41), Selasa (12-09-2017) saat di konfirmasi suarapembaharu.com BNJ mengungkapkan bahwa dirinya di diskriminasi oleh pihak pemerintah Sitaro dalam hal ini adalah Kesbangpol.

“Saya kurang tahu apa maksud dari kedatangan pegawai anggota Kesbangpol kerumah saya dengan membawa surat peringatan. Jelas-jelas saya tolak dan tak menerima surat peringatan tersebut," jelasnya.

Salah seorang pegawai Kesbangpol mengatakan bahwa baliho miliknya mengandung Sara. Tulisan Mapiang Tau Siau, Mapiang Ese yang artinya Lebih baik orang Siau, lebih baik Laki Laki. 


" Baliho yang berjargon Mapiang Tau Siau, Mapiang Ese mengandung isu Sara dan lebih menekankan orang Siau. Itu gila namanya, jargon tersebut di buat berlandas pada teknik marketing politik bukan untuk menjelekan atau mengintimidasi calon kandidat lain ungkapnya," pungkasnya.

Reporter : Iskelson Gahagho.
Editor : Arham Licin

Foto: Baliho BNJ yang jadi polemik


Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.