Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com - Sunguh sangat keterlaluan perlakuan pihak FIF Group kepada masyarakat. Pasalnya, perusahaan yang bergerak dibidang finance kredit kendaraan bermotor ini ditunding arogan dan maling motor warga.



Betapa tidak, perusahaan yang berkantor di Kelurahan Wangurer, Kota Bitung tersebut mengambil paksa kenderaan warga ditengah jalan saat hendak dipakai bekerja. Padahal, dalam aturan dan undang-undang pihak leasing tidak berhak menarik paksa kenderaan konsumen meski dalam pembayaran atau angsuran konsumen mengalami tunggakan sebelum ada putusan inkrah dari pihak Pengadilan Negeri Bitung.

Informasi dirangkum Kamis (20-09-2017), perlakuan tidak terpuji itu dialami Amirudin Karim  (27) warga yang berdomisili di Kelurahan Sagerat Weru Satu. 

Dimana dirinya merasa keberatan atas perilaku pihak perusahaan tersebut. dia mengaku mendapat perlakuan yang tidak senonoh bahkan dirinya hampir mengalami kecelekaan saat dicegat ditengah jalan oleh empat orang yang mengaku karyawan FIF Group saat mengendarai motor jenis beat berwarna merah putih dengan nomor polisi DB 2878 C. 

"Waktu itu saya hendak pergi ke kantor lewat Jalan 46. Tiba-tiba ada seorang karyawan FIF Group ingin merampas motor yang saya kendarai.  Saya pun bersikeras tidak ingin motor diambil. Karena motor yang saya pakai ini bukan milik saya melainkan milik teman saya. Saya juga mengatakan jika ingin ambil motor silahkan bertemu dulu dengan pemilik aslinya. Tapi orang tersebut tetap memaksa ingin mengambil motor yang saya pakai. Saya pun coba menghindar tiba-tiba dicegat oleh tiga orang rekannya yang bertubuh kekar. Mereka bahkan hampir memukul dan mengancam ingin membunuh saya. Tak kuat mengahadapi empat orang saya pun hanya bisa terdiam saat motor saya dibawa paksa," cerita Karim, kemarin.

Lanjut Karim, tidak terima dengan perlakukan empat oknum karyawan FIF Group dirinya pun langsung melaporkan kejadian tersebut di Polres Bitung.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Bitung. Jangan hanya karena kita masyarakat biasa kemudian diperlakukan seperti binatang seperti itu. Apalagi ini negara hukum. Jika memang motor itu bermasalah pada pembayaran angsuran setidaknya bisa dibicarakan dengan baik-baik atau lewat jalur hukum yakni pengadilan. Kami minta perusahaan seperti ini ditindak tegas karena sudah merugikan masyarakat kecil," kesalnya.

Reporter : Yaser Baginda
Editor      : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.