Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com - Terkait dengan keluhan warga masyarakat Kelurahan Girian Bawah, kepada perusahan asing PT_SIG Asia terhadap container 40 feet yang keluar masuk dijalan warga yang notabene tidak sesuai dengan kapasitas jalan membuat salah satu legislator Faizal Dzulkarnain angkat bicara, Sabtu (16-09-2017).


Menurutnya, PT_SIG Asia selama ini hanya mementingkan bisnisnya tanpa melihat dampak kepada masyarakat sekitar.

"Sudah jelas-jelas jalan yang tidak memenuhi kapsitas masih dipaksakan masuk, dan anehnya dinas terkait tutup mata dengan persoalan ini, apa harus menunggu aksi dari masyarakat untuk blokir jalan? atau harus ada korban baru ditindaklanjuti?" tutur pria yang biasa disapa Isal ini.

Isal juga membeberkan, semenjak PT_Sig berdiri di Girian bawah keluhan masyarakat lebih banyak mulai dari generator bising yang membuat masyarakat kurang nyaman, limbah, sampai hari ini container, perusahan yang diketahui beroperasi dibidang perikanan tuna ini dari awalnya sudah lari dari pembicaraan.

"Bukan hanya masalah container, dari awalnya PT_SIG Asia sudah lari dari pembicaraan awal, yang janjinya akan mempekerjakan masyarakat sekitar mana.? berapa banyak masyrakat di Girian bekerja disitu," bebernya.

Ia juga berharap pihak perusahan mencari solusi dalam masalah ini, karena jalan tersebut sejak duluh milik masyarakat yang sudah dihibahkan untuk dibuat jalan.

"Dalam waktu dekat ini jika perusahan tidak ada solusi maka kami atas nama masyarakat Girian Bawah akan blokir jalan tersebut, karena jalan ini milik warga bukan milik perusahan," jelasnya.

Reporter : Yaser Baginda
Editor     : Arham Licin


Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.