Suara Pembaharu ideas 2017

Minahasa, Suarapembaharu.com - Pemilihan kepala daerah yang dalam hal ini adalah Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Pemilihan Wali Kota tahun 2018 sudah semakin dekat. Para bakal calon pun sudah mulai bermunculan dan sudah mulai menyusun strategi-strategi tersendiri untuk menarik dukungan.

Sudah menjadi tugas Panwaslu untuk bisa mengawasi pergerakan dari semua partai dan bakal calon yang akan turut serta dalam Pilkada 2018 ini. Oleh karena itu untuk mengantisipasi terjadinya berbagai macam kecurangan dalam pemilihan serentak ini. Bawaslu RI bersama dengan Panwaslu kabupaten Minahasa mengadakan Sosialisasi bersama Stakeholders dan masyarakat, yang di laksanakan hari ini Kamis 26 Oktober 2017 di Aula SMK N 1 Kembuan Tondano,  kabupaten Minahasa.

Sosialisasi ini dihadir oleh Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu RI Dr.Ratna Dewi Pettalolo.SH.MH. Ketua Bawaslu Sulut Herwyn J.H Malonda SH.MPd. Ketua Panwaslu Minahasa Donny Rumagit, SPd. Kapolres Minahasa AKBP Christ Reinhard Pusung, SIK. Peserta sejumlah peserta lainnya.

Dalam kesempatan ini Ketua Bawaslu Sulawesi Utara Herwyn J.H Malonda, SH. MPd. Menyampaikan harapannya agar semua bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin.

"Tahun depan di Kabupaten Minahasa akan melakukan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilakukan serentak dan Pemilihan Presiden dan Legislative pada 2019. saya berharap kita bersama-sama dapat menjalankan tugas mengawasi pilkada tahun 2018,"ujarnya.

Sementara Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu RI Dr.Ratna Dewi Pettalolo.SH.MH. membeberkan bahwa kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang sudah direncanakan Bawaslu RI dan akan di laksanakan di 32 Provinsi.

"Kebetulan di Minahasa akan melakukan pemilihan Bupati dan wakil Bupati secara langsung, dan ini telah menjadi hal yang biasa bagi rakyat minahasa, hanya saja pada tahun 2018
Pilkada dilaksanakan secara serentak dan butuh kosentrasi serta keseriusan bersama karena selain 32 Provinsi ada115 Kabupaten termasuk Minahasa. Betapa tidak mudah kita akan menghadapi pergantian pemimpin, namun kita sudah menyediakan Program Pengawasan Parsipatif yang mengorganisasi dan menginventarisasi data yang di temukan oleh masyarakat untuk mewujudkan pemilu yang Demokratis" ucap Pettalolo.

Pettalolo juga menambahkan bahwa ogram pengawasan parsipatif bukan sebagai objek tetapi secara subjek, dan bawaslu mengajak masyarakat ikut serta dalam mengawasi.

" Subjek artinya pemilik hak konstitusional dan Panwas saat ini bukan hanya dapat  mengawasi pemilu tetapi bisa menindak dan melaporkan. Oleh karena itu penting bagi kami untuk menggelar sosialisai Stakeholder agar kita menyadari benar Proses Pemilihan Bupati dan wakil Bupati serta Presiden dan Wakil Presiden" tutup Pettalolo.

Reporter : Riedel Memah
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.