Suara Pembaharu ideas 2017

Bolmong Timur,Suarapembaharu.com - Pembangunan Embung di desa Tombolikat, Kecamatan Tutuyan, yang menelan anggaran Rp100 juta ternyata masuk lokasi hutan lindung. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Boltim - Bolsel Musa Sero, Selasa (24-10-2017).

Menurut Musa, lahan pembangunan Embung tersebut, masuk di lokasi kawasan hutan lindung, berdasarkan titik koordinat N 0049'.638"-E 12435'771".

"Setelah kami overlape dalam peta kawasan, lokasi pembangunan Embung berada di hutan lindung gunung Simbalang," jelasnya.

Menurutnya lagi, berdasarkan laporan dari petugas pemeriksaan di lapangan ada pembangunan Embung oleh Dinas Pertanian. Berdasarkan hasil itu, maka memberikan surat kepada dinas terkait untuk segera menghentikan pekerjaan.

Tambahnya, dinas terkait harus pro aktif dalam mengkajinya. Karena tidak mengecek lokasi pembangunan Embung, apakah masuk hutang lidung atau tidak.

"Harusnya ada koordinasi terlebih dulu dengan petugas dilapangan, baru lakukan pembangunan Embung. Karena pembangunannya masuk kawasan hutan lindung, sehingga melanggar undang undang 41 tahun 2009 tentang hutan," ungkapnya.

Kadis Pertanian Ramlah Mokodompis, yang dikonfirmasi mengaku terkejut dengan adanya surat dari KPHP tertanggal 3 Oktober 2017 dan telah ditindaklanjuti dengan memberhentikan pekerjaan Embung tersebut.

"Saya kaget adanya surat dari Kehutanan, sebab sebab selama ini tidak tahu kalau lahan pembangunan masuk hutan lindung. Kami langsung turun lapangan dan memberhentikan pekerjaan yang sudah mencapai 70 persen, sedangkan uang sisa 30 persen sementara ditahan,"ujar Ramlah Mokodompis

Kata Ramlah, lokasi pembangunan Embung masih sekitar 1 kilometer ke arah hutan lindung, jarak ini berdasarkan patok dari Dinas Kehutanan.

Di samping itu, berdasarkan surat tahun 1983 dari laporan hasil pemeriksaan pertimbangan teknik di kompleks hutan Toput, menyatakan tanah negara dan belum ada peruntukannya.

" Embung yang dibuat diperuntukan untuk mencegah terjadinya kekeringan. Serta membantu petani dalam memperoleh air dibidang pertanian. Ini juga bagian dari konserfasi air," pungkasnya.

Reporter:Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin 

Ket foto : lokasi pembangunan Embung yang masuk hutan lindung


Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.