Suara Pembaharu ideas 2017

Jakarta, Suarapembaharu.com– Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan teleconference untuk memantau kegiatan tanam kedelai serentak di 20 Provinsi di Indonesia, Jum’at (06-10-2017). Bupati dan Dinas Pertanian di Provinsi terkait melaporkan kegiatan tanam serempak didaerah masing-masing langsung kepada Menteri Pertanian melalui teleconferences.

Teleconference dilakukan untuk menggemakan ke seluruh negeri bahwa Indonesia mampu dan sanggup memenuhi kebutuhan kedelai dari lahan sendiri. Selain itu, juga untuk menyongsong rencana swasembada kedelai sesuai amanat Nawa Cita Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam RPJMN 2015-2019.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menanyakan kesulitan yang dihadapi dalam upaya penanaman kedelai. “ada kesulitan kesulitan benih?” tanya Amran saat tersambung dengan Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, alhamdulillah, benih sudah siap, pupuk siap siap, lahan sudah siap, alat mesin pertanian sudah siap, kelompok tani pendukung sudah siap, kemudian para mahasiswa, pemuda tani sudah siap untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengembangan kedelai di Provinsi Kalimantan Selatan,” jawab Dinas Pertanian Kalimantan Selatan. Penanaman kedelai di Kalimantan Selatan di fokuskan di Kabupaten Tanah Laut dan di hadiri Bupati Tanah Laut.

Selain Kalimantan Selatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyapa dan memberikan dukungan semangat kepada beberapa perwakilan dari sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Bengkulu, serta Riau.

“Tolong libatkan pemuda agar mereka mau terjun di sektor pertanian” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Ia berharap agar pemuda selalu dilibatkan dalam kegiatan pertanian karena saat ini mulai kelihatan pemuda yang menunjukkan kiprahnya di dunia pertanian.

Dalam acara tersebut, Ia juga berharap agar Pemerintah Daerah lebih proaktif dan mengambil peran lebih, dalam menggerakkan potensi yang dimiliki, utamanya dalam pengawalan dan pendampingan program kedelai.

Harga kedelai sudah dijamin pemerintah dengan memberlakukan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp. 8.500,-/kg yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017. Hal ini dilakukan salah satunya untuk menjamin kesejahteraan petani.

“Jadi tidak usah ragu, seperti halnya jagung. harganya dijamin dari pemerintah” ujar Amran.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan swasembada kedelai, yang direncanakan akan swasembada mulai tahun 2018, di antaranya; 1) tahun 2017 melalui APBN-P melaksanakan Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai seluas 500.000 ha, di 20 Provinsi Indonesia, serta memberikan bantuan subsidi benih kedelai seluas 300.000 ha. 2) Tahun 2018 direncanakan akan dialokasikan Program Pengembangan Kedelai seluas 1.500.000 ha. 3) Dilakukan regulasi tataniaga meliputi, regulasi harga, kadar dan pengendalian impor.

Sasaran produksi kedelai tahun 2018 ditetapkan sebesar 3 juta ton dengan prognosa kebutuhan kedelai sebesar 2,6 juta ton. Swasembada kedelai awalnya ditarget tahun 2019, namun pemerintah berupaya keras agar swasembada bisa dimulai tahun 2018.

Untuk merealisasikan itu, maka pemerintah meminta agar seluruh jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota memaksimalkan lahan PATB kedelai, lahan bera, lahan pasang surut, lahan perhutani, dan lahan perkebunan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta lahan eks tambang untuk ditanami kedelai.

Selain itu, meminta untuk memastikan kesiapan benih kedelai dimasing-masing daerah, atau apabila ada daerah yang belum ada persediaan benih agar segera mengkomunikasikan dan bekerja sama dengan penyedia benih di provinsi lain.

Pengawalan dan pengamanan juga diharapkan dapat dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota mulai dari persiapan tanam sampai panen, dan memastikan terjadi peningkatan produktivitas dan produksi didaerah masing-masing.

Sinergisme provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pengawalan program swasembada kedelai juga diminta untuk dapat ditingkatkan, serta memastikan seluruh stakeholders dapat memaksimalkan peran masing-masing dalam mendorong peningkatan produksi dan pengamanan melalui pembelian hasil panen dalam negeridengan menggerakkan seluruh potensi yang ada.

“Kita memiliki cita-cita yang sama, hasrat yang sama, passion yang sama untuk menswasembadakan kedelai secara berkelanjutan yang dimulai pada tahun 2018. Bersiaplah kita semua untuk menjadi bagian dari sejarah dalam upaya mewujudkan swasembada kedelai tahun 2018," pungkas Menteri Pertanian asal Sulsel ini.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.