Suara Pembaharu ideas 2017

Bolmong Timur, Suarapembaharu.com -Maraknya tambang emas yang kelolah secara tradisional di kabupaten Bolaang Mongondow Timur, khususnya di kecamatan Kotabunan membuat salah satu warga Faisal Ambarak resah.


Menurut tokoh pemuda Kotabunan ini, daripada dikelolah oleh secara tradisional yang dampak negatifnya sangat besar terhadap lingkungan khususnya, Faisal berharap PT Arafura Surya Alam (ASA) yang merupakan anak Perusahaan PT. Jresources bisa segera beroperasi. 


Perusahaan tambang ini sudah hampir 10 tahun beroperasi, tapi belum jelas kapan mulai melakukan eksploitasi, walaupun izin eksploitasi sudah mereka kantongi sejak tiga tahun silam.
(foto GUN) perusahaan tambang ini ditunggu kapan akan beroperasi


Diperoleh informasi sebulan terakhir,  PT Arafura Surya Alam sudah melakukan eksplorasi lagi (Penelitian). Tetapi, warga sangat menunggu perusahan dimaksud bisa segera melakukan eksploitasi (berproduksi).

" sebagai salah satu daerah di kabupaten Boltim yang saat ini banyak tambang tradisional, khusus yang berada di desa Kotabunan dan kita tahu banyak menimbulan dampak negatif dari tambang tradisional itu. Misalnya saat ini aliran sungai (kuala) desa Bulawan sudah tercemar limbah berbahaya, dan kita tidak tahu siapa yang akan bertangungjawab. Tapi kalau ada perusahaan yang mengelolah kita tahu harus melakukan apa jika terjadi pencemaran lingkungan," ujarnya, Senin (20-11-2017).

Lanjut Faisal, warga berharap banyak terhadap perusahaan bisa memberdayakan tenaga kerja lokal untuk dijadikan karyawan. Sumber daya alam yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur khususnya di Kecamatan Kotabunan merupakan sumber daya alam yang diberikan  untuk kebutuhan hidup manusia yang harus dikelolah dengan baik dan benar untuk Kesejahteraan masyarakat.

" terinformasi PT ASA akan segera beroperasi pada akhir tahun 2018. Namun informasi tersebut belum 100 % dan apabilah informasi itu benar, tentunya pasti disambut baik warga," ujar Faisal lagi.


Warga kecamatan Kotabuanan banyak lulusan SMA. Tetapi karena sulitnya lapangan kerja, banyak yang terpaksa pergi merantau mengadu nasib ke pulau Jawa, Papua, Ternate serta kota lainya.

Reporter : Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.