Suara Pembaharu ideas 2017

Jakarta, Suarapembaharu.com - Berdasarkan data yang diperoleh dari Institute for Economic and Peace tahun 2016 mencatat lebih dari 100.000 orang tewas dalam berbagai konflik horizontal selama tahun 2014 di berbagai negara. Tahun 2017 belum ada data lanjutan yang merilis jumlah korban yang tewas akibat konflik horizontal di berbagai negara. Meskipun demikian, sebagaimana kita ketahui bahwa situasi global akhir-akhir ini sering terjadi konflik antar umat manusia seperti yang terjadi di Kawasan Timur Tengah, Eropa. Bahkan di Indonesia beberapa kali terjadi konflik antar sesama warga negara.

Melihat situasi global tersebut, GMKI menyatakan perlunya peran strategis pemuda dalam menangkal upaya-upaya yang dapat merusak bingkai cinta kasih terhadap umat manusia. Banyak cara yang dapat ditempuh termasuk yang dilakukan oleh GMKI akhir-akhir ini seperti menginisiasi forum Konferensi Internasional.

Kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) yang akan dilaksanakan di Ambon pada tanggal 16-19 November 2017 merupakan kegiatan lanjutan yang diinisiasi oleh Pengurus Pusat GMKI. Sebelumnya, GMKI yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan berbagai lembaga lainnya telah melaksanakan kegiatan Global Christian Youth Conference (GCYC) di Manado yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada saat itu, kegiatan GCYC dimaksudkan untuk mengajak semua pemuda-pemudi Kristen antar denominasi Gereja dan antar negara untuk ikut bersama-sama mewujudkan perdamaian di negara masing-masing. GMKI yakin perdamaian bisa terwujud apabila pemuda Kristen antar denominasi gereja dan antar negara dapat menjadi agen atau duta perdamaian negara masing-masing dan lingkungan setempat.

Kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) yang diadakan di Ambon merupakan upaya lanjutan GMKI untuk kembali menyatakan pemikirannya yang selaras dengan tema GMKI yaitu Berdamai Dengan Seluruh Ciptaan (Bid. Kol 1:15 – 23). GMKI memandang pemuda-pemudi dari berbagai latar agama dan budaya membutuhkan dialog-dialog antar iman dan budaya serta berbagi pengalaman tentang bagaimana mewujudkan perdamaian dunia. Dialog harus dilakukan tidak hanya setelah terjadi konflik, namun justru sebelum adanya perselisihan, sehingga terbangun rasa saling memiliki dan memahami satu sama lain.

Kegiatan IID ini akan berlangsung selama 4 hari dan diikuti oleh ratusan pemuda yang berasal dari berbagai organisasi, suku, daerah di Indonesia dan juga internasional. Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dan berdialog, saling mengenal persamaan dan perbedaan satu sama lain.

Pemuda-pemudi yang hadir memiliki cita-cita yang sama yakni mewujudkan dunia tanpa kekerasan. Narasumber yang akan mengisi materi pada kegiatan ini juga merupakan narasumber yang berkompetensi dan berpengalaman dalam merawat perdamaian.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.