Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, suarapembaharu.com - Penyegelan sekolah SD dan SMP Guppi di Kelurahan Bitung  Barat Satu Kecamatan Maesa, yang dilakukan ahli waris sangat mencederai pendidikan di Sulawesi Utara (Sulut) khusunya Kota Bitung.


Hal ini dikatakan Kuasa Hukum Refly Pantow SH, saat diwawancarai beberapa media Selasa, (21-11-2017) di Pengadilan Negeri Bitung.

Seharunya pemerintah Kota jelih, melihat persoalan yang berdampak pada masa depan anak-anak bangsa kita.

"Pemerintah seharusnya ada di depan untuk memberikan solusi terkait dengan penyegelan sekolah yang dilakukan ahli waris," jelasnya.

Disisi lain, kata Refli, pihak ahli waris tidak bisa semenah-menah melakukan penyegelan sekolah karena ahli waris sebelumnya perna membuat suatu kesepakan dengan pihak yayasan.

"Awalnya ahli waris dalam hal ini pihak pertama, perna membuat kesepakatan dengan yayasan untuk menjaul lahan yang didirikan sekolah tersebut, dengan harga 100 juta dan pihak yayasan baru memberikan 10 juta dengan catatan jika lunas nanti baru di terbikan sartifikatnya," kata Refli.

Namun, ahli waris enta kenapa, beber Refly, menjual lahan tersebut kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuan yayasan sekolah, atas dasar itulah pihak ketiga menyegel sekolah.

"Pihak Bandan Pertanahan Nasional (BPN) tidak bisa serta merta mengeluarkan sartifikat tanpa melakukan proses, karena pembutan sartifikat ada tahapan yaitu harus berkordinasi dengan kelurahan terkait dengan penerbitan sartifikat yang sedang ditempati dua sekolah," ungkapnya.

Reporter : Yaser Baginda
Editor      : Arham Licin


Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.