Suara Pembaharu ideas 2017

Sulut, Suarapembaharu.com - Perhelatan pilkada 2018 yang serentak digelar diseluruh wilayah Indonesia, menjadi pilkada serentak terakhir sebelum pemilu 2019 untuk memilih Presiden dan wakil Presiden, anggota DPR DPD DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Di Sulawesi Utara, ada enam daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak. Yakni, kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondouw Utara, Kotamobagu, Kepualauan Sitaro dan Kepulauan Talaud.

Banyak kalangan memprediksi, termasuk saya bahwa perhelatan pilkada di enam daerah ini akan sangat "panas". Penyebabnya tentu pertaruhan dan citra partai penguasa Sulawesi Utara yang dalam hal ini PDI Perjuangan. Selain karena partai ini dipimpin langsung oleh gubernur Sulut yang notabene adalah sosok yang dikenal sangat dekat dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ini, PDI Perjuangan Sulut juga masih "berduka" atas kekalahan telak yang dialaminya disejumlah pilkada di Sulut pada 2015 silam juga akan menentukan langkah partai ini pada pemilu 2019. Akan kah mereka bisa kembali merajai perolehan kursi di DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten kota.

Kekuatan PDI Perjuangan di kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Kotamobagu, Bolmut, Sitaro dan Talaud akan dibuktikan pada pilkada 2018. 

Di Minahasa, nama Janjte Wowiling Sajouw (JWS) diprediksi akan mudah mendapatkan SK DPP PDI Perjuangan untuk melenggang menjadi bakal calon bupati. Namun, sejumlah pihak justru mencoba menggadang gadang Hengky Arther Gerungan yang juga adalah ketua Tim pemenangan Olly-Steven pada pilgub lalu. Sedangkan, di Minahasa Tenggara, nama James Sumendap (JS) diyakini banyak pihak akan mudah mendapatkan "restu" ketua umum partai moncong putih tersebut.

Jika ditanah Minahasa, PDI Perjuangan mudah dan banyak pilihan untuk merebut kursi orang nomor satu disana, lain halnya jika kita menelisik, "sulitnya" partai yang mengklaim dirinya sebagai pejuang wong cilik ini memilih siapa yang akan mereka sodorkan kepada pemilih untuk memimpin dua daerah di Nusa Utara pada pilkada nanti.

Di Sitaro, sejumlah nama beken mulai muncul ke permukaan usai pendaftaran bakal calon di buka. Nama yang elektabilatasnya terus naik adalah Bob Janis, namun apakah sosok pria yang dekat dengan masyarakat ini "mampu" mendapatkan surat "sakti" untuk bisa melaju pada pilkada didaerah Nusa Utara yang jaraknya paling dekat dari Kota Manado itu.

Sedangkan di Talaud, sosok Elly Lasut, Welly Titah dan Petrus Tuange menjadi sosok yang pantas mendapatkan tiket dari PDI Perjuangan untuk merebut kursi orang nomor satu di Talaud dari petahana yang akhir akhir ini terus menjadi trending topic karena "melawan" gubernur Olly dalam segala langkahnya memimpin tanah potodisa. Melihat elektabilitas Elly Lasut tentunya tidak bisa dinafikan oleh petinggi partai moncong putih ini di DPP.

Untuk di bumi totabuan sendiri, PDI Perjuangan diprediksi hanya akan mengambil posisi "mencuri" langkah untuk bisa mendapatkan kursi lebih banyak pada pemilu 2019. Langkah pada dua daerah di pilkada nanti, hanya akan melihat sosok mana yang paling berpeluang menang dan PDI Perjuangan akan memberikan dukungan. Namun, pertarungan di Kotamobagu dan Bolmut juga terkait dengan nama besar gubernur Olly Dondokambey, dan tentunya bakal calon akan selalu ingin mendapatkan dukungan partai tersebut. Oleh karena itu, nama Tatong Bara dan Depri Pontoh tetap keukeh mendaftarkan diri mereka ke partai besutan Olly tersebut

Mampukah PDI Perjuangan merebut daerah daerah tersebut, tentunya kita akan menunggu, siapa saja yang akan mereka usung pada pilkada nanti. Mari kita tunggu bersama.

Penulis : Arham Licin, Redaktur Suarapembaharu
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.