Suara Pembaharu ideas 2017

Bolmong Timur, Suarapembaharu.com - Membangun sebuah proyek seharusnya punya manfaat dan dirasakan lansung oleh masyarakat. Seperti halnya pembangunan proyek Irigasi di desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang justru dinilai masyarakat gagal.
(foto Gun) Proyek irigasi asal jadi

Pasalnya pekerjaan pembangunan saluran irigasi dan tanggul bronjong yang menelan  anggaran sekitar Rp2 milyar lebih itu sudah, memasuki bulan kedelapa,namun belum kunjung selesai.

Dari pantauan Suara Pembaharu, Selasa (14-11-2017), ada tumpukan batu disekitar lokasi proyek berhamburan, nampak juga alat Eksavator yang terparkir di pinggir Bronjong, tak terlihat aktifitas pekerja saat itu.

Nampak beberapa pekerjaan yang masih belum selesai dikerjakan, seperti Platdeker, saluran irigasi serta sambungan bronjong di pinggir sungai Motongkad.

"Memang sudah sekitar 4 hari tidak ada Pekerjaan di lokasi ini. Proyek ini Termasuk gagal, dan telah merusaki Beberapa tanaman pohon kelapa saya "ujar Idris Mokoagow salah seorang warga.


Katanya, pekerjaan tersebut sudah dimulai sejak April 2017, jika dihitung-hitung sudah Hampir setahun. Namun tak kunjung diselesaikan. Padahal tanggul bronjong sangat diperlukan masyarakat untuk mengantisipasi meluapnya sungai Motongkad dan akan menggenangi sawah petani, jika musim Hujan tiba.

"Air sering masuk ke Sawah, sehingga Lahan sering terancam gagal panen, karena padi kelebihan air," ujarnya lagi.

Sangadi Motongkad Utara Alfian Mamonto mengatakan, bahwa proyek irigasi sudah lama dikerjakan, tepatnya 12 april 2017 yang bersumber dari dana APBN sebesar Rp 2 Miliyar lebih, sesuai yang terterah di papan Proyek.

"Hingga sekarang pekerjaan ini tak Selesai, karena bronjong yang digunakan sebagai tanggul masih belum diselesaikan secara baik. sehingga air sering masuk ke sawah petani," ujar Alfian Mamonto.

Lanjutnya, sebagai Sangadi meminta agar pekerjaan itu segera diselesaikan oleh pihak kontraktor Sesuai rencana anggaran belanja (RAB).

Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Bolaang Mongondow Timur, Hamid Alhapsi, Mengatakan proyek tersebut sudah Melewati batas pekerjaan, hingga seekarang sudah dikenakan denda.

Menurutnya, proyek irigasi dimulai April 2017 Dengan durasi waktu pekerjaan 150 hari Kerja dan anggaran Rp2 miliyar lebih.

"Proses pencairan sudah 60 persen. Jadi Pihak kontraktor harus segera Menyelesaikan pekerjaan tersebut," pungkasnya.



Reporter : Gunawan Mamonto
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.