Suara Pembaharu ideas 2018

Manado, Suarapembaharu.com - Banjir yang kembali menerjang kota Manado, provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (16-12-2017) kemarin mengingatkan kembali pada banjir bandang yang pernah terjadi pada tahun 2014 silam.

Bahkan, bantuan dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai ratusan miliar belum tuntas digunakan. Banjir kembali terjadi, walaupun tidak sedahsyat saat itu, namun banjir yang terjadi itu membuat banyak pihak bertanya, sudah sampai dimana penanganan banjir oleh pemkot Manado, kenapa setelah anggaran turun, titik banjir masih tidak berubah, warga yang itu itu juga yang kembali menjadi korban.


Bantuan Tahap pertama yang digelontorkan pemerintah pusat untuk menanggulangi banjir Manado yang diberikan tahun 2015 sebesar Rp 213. 304. 000.000, hanyalah tahap awal, kemudian Tahap kedua pada 2016 bantuan kemudian turun lagi Rp 14.300.000.000 dan tahap ketiga pada 2017 ini sebesar Rp 116.313.400.000.

"Harusnya sudah ada dampak yang dirasakan oleh masyarakat usai bantuan sebesar itu turun. Tapi ini, selain bantuan yang didalamnya ada yang diperuntukan untuk warga korban banjir bandang 2014, tapi itu tidak merata. Saya saja yang katanya akan mendapatkan bantuan rumah, agar tidak lagi tinggal dibantaran sungai. Tapi sampai ini belum dapat," jelas Husen Suma ( 52).

Warga lainnya Hanny, warga Tikala yang mengaku rumahnya tenggelam sampai 3 meter saat 2014.

" kita pe rumah di Tikala Ares tenggelam 3m. nda dapa bantuan. Pemkot bilang nda rusak. memangnya rumah mo kase biar berantakan selama 3 thn? Ini pemerintah benar benar cerdas," ujarnya, Minggu (17-12-2017).

Reporter : Nanang Noholo
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.