Suara Pembaharu ideas 2017

Suarapembaharu.com - Fenomena perayaan pergantian tahun dengan pesta kembang api dan petasan serta meniup terompet terus berlangsung setiap tahun. Walaupun, semua orang tahu bahwa petasan dan kembang api sangat membahayakan.

Dikutip dari berbagai sumber, kembang api dan petasan pertama kali digunakan oleh bangsa Cina ribuan tahun yang lalu disaat mereka menemukan bubuk hitam mesiu. Tujuannya, untuk mengusir setan atau roh jahat dalam kepercayaan mereka. Bubuk mesiu hitam ini kemudian mulai menyebar di eropa dan dibawa oleh seorang penjelajah bernama Marcopolo hingga menyrba keseluruh penjuru dunia. Termasuk Indonesia.

Tapi kemudian, setiap malam pergantian tahun baru masehi ini, ledakan petasan dan kembang api selalu saja menelan korban nyawa. Di malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018 ini saja, seorang anak dikabarkan tewas di Kotamobagu, provinsi Sulawesi Utara karena terkena ledakan kembang api yang dipasang oleh orang lain. Ini hanya satu dari ribuan korban akibat ledakan petasan dan kembang api saat malam pergantian tahun baru masehi. Belum hilang dalam ingatan kita, 9 orang luka luka akibat terkena petasan dan kembang api di Bali pada 2015, di tahun sebelumnya 5 anak anak di Jakarta terpaksa dirawat di rumah sakit akibat terkena mercon atau petasan, di tahun yang sama di Bogor Jawa Barat 2 jari dua anak nyaris putus akibat petasan meledak ditangan sebelum sempat dilemparkan. Bahkan, diluar negeri lebih ngeri lagi, dikutip dari berbagai sumber, di Filipina 260 orang alami luka karena terkena ledakan kembang api dan di Belanda 101 orang alami kebutaan akibat terkena serpihan ledakan kembang api dan petasan. Bahkan ingatan kita belum hilang dengan kejadian meledaknya pabrik kembang api dan petasan di Kosambi kabupaten Tangerang Banten pada oktober silam yang menghilangkan 49 orang nyawa prkerjanya.

Jadi, masihkah kita terus membiarkan hal terus berlangsung setiap tahun, sedangkan begitu banyak bahaya yang mengintai siapa saja, bahkan kita sekali pun. Pemerintah tentunya perlu menseriusi hal ini, agar tidak lagi ada korban jiwa setiap memasuki malam pergantian tahun. Apakah karena ini merupakan bisnis yang bernilai ratusan miliar, sehingga nyawa pun siap di korban untuk memuluskan dan melegalkan barang yang seharusnya dilarang karena tidak berbeda jauh dengan senjata api dan bom yang mematikan.  

Kenapa senjata api bisa ilegal. Sedangkan kembang api dan petasan yang berasal dari bahan baku yang sama justru dibiarkan tumbuh dan semakin subur.

Dibalik keindahannya, kembang api dan petasan menyimpan bahaya yang mengintai nyawa semua orang.

Catatan Redaksi Suarapembaharu.com 
1 Januari 2018

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.