Suara Pembaharu ideas 2017

Penulis : Arham Licin
               (Koordinator JPPR kota Bitung)

Tahun 2017 beberapa jam lagi akan meninggalkan kita semua. Banyak cerita dan tentunya tidak kurang berbagai kenangan menghiasi perjalanan panjang setahun penuh didalam berbagai aspek kehidupan kita. Tahun baru 2018 akan kita masuki, tahun yang kata banyak orang adalah tahun "politik".


Berbicara politik, berarti berbicara urusan semua aspek kehidupan, tak satu pun dari kita bisa menghindari yang namanya politik. Dimana keputusannya mempengaruhi seluruh sendi sendi kehidupan masyarakat. Dari urusan dapur, sampai dengan urusan pengelolaan negara. Politik menjadi sebuah keniscayaan bagi siapapun untuk bisa ikut serta menentukan arah kehidupannya. Oleh karena itu, jika ada orang yang "alergi" dengan istilah politik selama ini, maka dia harus siap untuk menerima apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Karena, semua kebijakan dan aturan itu, di proses melalui proses panjang di lembaga politik yang bernama dewan perwakilan rakyat.

Dewan perwakilan rakyat, yang di pilih langsung oleh kita ini disodorkan oleh yang namanya partai politik yang selama ini menjadi satu satunya institusi yang sah sesuai aturan perundang undangan yang boleh menyodorkan figur  yang akan mewakili kita untuk menentukan arah hidup kita semua. Olehnya itu, kita wajib hukumnya untuk memilih mereka yang benar benar akan mewakili dan memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan kita di negeri ini.

Tahun 2018 menjadi momentum untuk kita  mulai "melek" politik, apalagi tahun 2018 diyakini akan diramaikan dengan "obral janji" politik dengan satu tujuan, pada pemilu 2019 nanti akan meraih dukungan dan simpati dari kita semua. Tahapan pemilihan umum 2019 yang akan memilih anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden sudah dimulai, bersamaan itu sosialisasi partai politik calon peserta pemilu maupun anggota partai politik bakal calon anggota legislatif pun sudah mulai berseliweran. Kita sebagai pemilik hak suara yang dibutuhkan untuk bisa mendudukkan mereka diposisi tersebut, tentunya kita dituntut untuk tidak salah memilih, agar kepentingan kita yang begitu banyak ini bisa sesuai harapan.

Keinginan besar kita untuk tidak lagi ada korupsi yang merusak bangsa ini kedepan, tentunya kita awali dengan memilih sosok yang bersih dan tidak punya "keinginan" untuk melakukan korupsi. Keinginan kita agar penegakkan hukum di negeri benar benar sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, tentunya kita wajib memilih orang yang punya keinginan besar untuk tidak melakukan pelemahan pelemahan terhadap hukum yang ada. Keinginan kita agar perekonomian semakin baik dan kesejahteraan setiap dari kita bisa diwujudkan, tentunya tugas kita untuk memilih mereka yang benar benar bisa pro terhadap keseluruhan dari kita dari segi ekonomi. Kita berharap toleransi yang selama ini menjadi "emas" dinegeri ini benar benar kembali sesuai harapan kita semua dan diletakkan sesuai dengan koridornya, maka kita wajib memilih orang orang yang akan mewakili kita yang punya rasa toleransi yang tinggi  tanpa kepura puraan seakan mereka telah menampilkan toleransi yang sebenarnya.


Agar demokrasi yang diidamkan oleh kita semua bisa sesuai dengan cita cita berdirinya bangsa ini, maka kita tidak bisa "masa bodoh" bahwa politik itu tidak penting, tidak ada untungnya buat kita, kotor, atau apapun yang biasa kita pikirkan dan justru membuat kita tidak bisa ikut berpartisipasi menentukan masa depan kita dan bangsa ini kearah lebih baik lagi.



Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.