Suara Pembaharu ideas 2018

Oleh : Amirullah Hidayat,Kordinator Front Rakyat Tolak Reklamasi/Ketua Kornas Fokal IMM


Jakarta, Suarapembaharu.com -Reklamasi yang terjadi saat ini di beberapa daerah di Indonesia telah merusak nilai nilai tatanan kehidupan bangsa, dimana reklamasi di jadikan landasan bagi para pihak penguasa Negeri untuk mengejawantakan nafsu syahwatnya walaupun dengan melakukan pengkhianatan,Sebab reklamasi telah merusak kedaulatan dan menghancurkan sendi sendi kehidupan kebangsaan di negeri ini.

Kenapa saya mengatakan demikian karena keberadaan reklamasi telah menjadi proyek yang menghancurkan sendi sendi kehidupan kebangsaan,salah satunya yaitu proyek reklamasi teluk Jakarta yang terdiri 17 pulau, dimana proyek relamasi tersebut telah menyebabkan dampak menyedihkan bagi kehidupan nelayan Jakarta utara,

Apalagi pembangunan Reklamasi tersebut tidak mempunyai izin tetapi dapat terus berjalan, belum lagi bila pulau itu terwujud,maka akan menjadi apartemen mewah yang penghuninya tentu bukan masyarakat Jakarta, apalagi info yang kita dapat, bahwa pulau pulau tersebut akan di huni oleh orang orang asing, sebab terdapat khabar yang kuat,bahwa keberadaan pulau reklamasi teluk Jakarta ini telah di pasarkan di luar negeri, seperti di negeri Cina, Hongkong, dll

Pertanyaannya mengapa Reklamasi Teluk Jakarta bisa berjalan tanpa izin ?,hasil kajian dan analisis yang dilakukan Front Rakyat Tolak Reklamasi di dapat keaimpulan bahwa proyek Reklamasi ini dapat berjalan karena ada bek up yang dilakukan oleh penguasa di negeri ini,

 Analisis ini kuat dibuktikan dengan fakta lapangan dimana saat Gubernur DKI saat dijabat oleh Joko Widodo yang sekarang telah menjadi Presiden RI mengeluarkan Peraturan Gubernur tentang pulau Reklamasi, saat Gubernur DKI Jakarta dijabat Basuki Tjahaya Purnama beliau sampai melakukan penggusuran dan memaksa mengeluarkan peraturan tentang reklamasi sehingga bisa berjalan,

Tetapi Alhamdulillah saat Rizal Ramli menjadi menteri beliau tegas menolak dengan melakukan moratorium terhadap Reklamasi tetapi moratorium tersebut dicabut oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dengan cara mensetting Gubernur DKI Jakarta saat dijabat Jarot membuat permohonan pencabutan dan dibuat kajian yang lemah sebagai dasarnya.

Maka dengan pasangan badannya Luhut Binsar Panjaitan memaksa reklamasi terus berjalan, makin membuktikan bahwa permainan hitam terjadi disini, apalagi Menko Maritim ini sempat mengancam Gubernur dan Wakil GubernurJakarta saat ini Anis Baswedan dan Sandiaga Uno , jika berani memberikan memberhentikan proyek Reklamasi ini.

Tapi kita bangga dengan Anis Sandi yang tetap konsisten memberhentikan reklamasi sesuai janji kampanye dalam pilkada itu,walaupun sampai saat ini kita masih menunggu keluarnya pergub tentang pemberhentian Reklamasi tersebut secara resmi

Hasil investigasi kita dilapangan, Proyek Reklamasi teluk Jakarta tersebut sampai sekarang masih terus berjalan, bahkan pihak pengembang dengan gagah berani mengusir siapapun pihak pihak yang mendekat kelokasi proyek tersebut dan ini dialami oleh wartawan TV One saat melakukan investigasi ke Lokasi Proyek beberapa waktu lalu,. Yang membuat bingung kita, mana mungkin pengembang berani melakukan pengusiran itu jika tidak dapat perlindungan yang kuat dari penguasa Negeri ini.

Makanya saya mengatakan bahwa Reklamasi teluk Jakarta ini bisa terjadi karena pengkhianatan yang di dilakukan penguasa negeri ini terhadap Negeri Indonesia tercinta ini, makanya dengan melihat kondisi ini , Front Rakyat Tolak Reklamasi (FRTR) akan terus konsisten melakukan perlawanan terhadap proyek reklamasi teluk Jakarta sampai diberhentikan atau di stop proyek mafia ini selamanya,

 Oleh karena itu FRTR sebagai wadah Gabungan ormas dan mahasiswa yang konsisten menolak Reklamasi, mengajak kepada segenap seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat Jakarta bersama sama melawan reklamasi teluk jakarta, dalam waktu dekat kita akan melakukan gerakan aksi menduduki lokasi reklamasi teluk Jakarta, yang waktunya nanti akan kita beritahukan kepada masyarakat dengan sosialisasi dari rumah ke rumah.

Ini harus kita lakukan demi meninggalkan Negeri yang makmur kepada Anak Cuci kita bukan Negeri yang hancur kepada Anak Cucu kita. Sebab Diam Tertindas atau Bangkit Melawan. Sebab Diam adalah Pengkhianatan.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.