Suara Pembaharu ideas 2017

Jakarta, suarapembaharu.com - Sikap Defy Indiyanto Budiarto yang menjadi pendukung  kekuasaan dan mengklaim dirinya sebagai barisan pengagum Presiden Jokowi di muhammadiyah di sesalkan Aktivis Perempuan Muhammadiyah, Aisyah Ulfa Syafii.

Dalam pernyataan sikapnya, Defy mengungkapkan Presiden Jokowi selama ini telah berkerja dengan sungguh sungguh  untuk membangun negeri Indonesia, dan menurut Aisyah hal ini adalah sikap yang memprihatinkan apalagi dilakukan kader Muhammadiyah.

"Sikap ini tidak mencerminkan  kader sejati Muhammadiyah karena salah satu sikap kader Muhammadiyah  yang sudah melekat dan mendarah daging dalam sanubari setiap kader yakni tidak pernah menjilat dengan kekuasaan," ucaphal itu aktivis Perempuan Muhammadiyah ini.

Lanjutnya, Aisyah merasa risih dengan pernyataan tersebut apalagi ditengah realitas keterpurukan rakyat yang dialami saat ini.

"Kok masih ada ya, yang menari-nari dengan lagu yang semu, hanya sekedar mendapatkan iming-iming kekuasaan harus menutupi nurani, menutupi suara kebenaran," ungkapnya.

Kalimat " Amar makruf Nahi Munkar" bukan hal asing bagi para aktivis bahkan yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah sekolah Muhammadiyah, maupun menjadi aktivis di lingkungan Muhammadiyah.

Makanya kita sangat menyesalkan ungkapan yang bukan seperti jiwanya kader Muhammadiyah,  apalagi gara gara membela penguasa saat ini defy sampai bersiteru dengan Ketua Komunitas Anak Muhammadiyah yang konsisten menegakan Amar makruf Nahi Munkar. 

"Saya sudah bertemu langsung saudara Amirullah Hidayat yang merupakan mantan Relawan Jokowi tapi saat ini sudah taubat, dia sempat mengalami pergolakan batin yang luar biasa begitu mengetahui  negara ini seperti dipermainkan dan tunduk pada kekuatan kedzaliman yang berdiri dibelakang penguasa.
Mustinya kita berikan dukungan dan simpati  atas keberanian saudara kita  Amirullah Hidayat yang tegas dan komitmen di garis kebenaran," tegas Aisyah.

Apalagi kita ketahui saat ini kehidupan kebangsaan mengalami kemerosotan, dari ekonomi, politik, hukum dari segala penjuru sudah memprihatinkan.
Lagi lagi rakyat kecil yang menjadi korban,  mahalnya harga listrik, LPG 3 Kg sangat langka, rakyat harus antri untuk mendapatkannya, belum kebutuhan lainnya.

"Menurut saya pemerintahan seperti ini sudah tidak bisa di lanjutkan. Dan saya mengingatkan jika penguasa sibuk bermain dengan pencitraan terus dan membuat rakyat mual hingga kehilangan kepercayaan terhadap penguasa yang jelas jelas tak peka terhadap ekonomi rakyat dan disisi lain memberikan peluang sebesar besarnya bagi penjajahan baru di negeri yang kita cintai ini," tegas Aisyah Ulfa yang sedari kecil dididik dibawah naungan pendidikan persyarikatan Muhammadiyah dan pernah aktif di organisasi Muhammadiyah mulai tapak suci, IPM dan IMM  ini.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.