Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta, Suarapembaharu.com - Keputusan yang dilakukan pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 500.000 ton adalah suatu pengkhianatan Nawacita yang dilakukan Pemerintahan Presiden Joko Widodo,sebab seperti kita ketahui bahwa Nawacita adalah janji kampanye Jokowi saat pilpres dulu dan gara gara Janji Nawacita itulah Beliau bisa terpilih jadi Presiden, Hal Itu dikatakan Amirullah Hidayat Kordinator Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM)

"Kita sangat terkejut ,tindakan kebijakan yang dilakukan pemerintahan Jokowi untuk mengimport beras, ini suatu tindakan tidak masuk akal irasional sebab saat ini petani sedang mengalami masa panen, seharusnya dimasa panen ini petani menikmati hasil jerih payahnya dengan harga yang agak tinggi, ini Kok malah di hancurkan," ujarnya.

Presiden seharusnya memegang komitmen dalam menjalankan Nawacita sesuai janji kampanye dulu.

" kita mengingatkan bahwa Nawacita memiliki arti sembilan harapan, salah satunya adalah Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Nah harapan rakyat ini lah yang di khianati oleh Jokowi," ujar Amirullah yang juga mantan Relawan Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu.

Apalagi menurut Amirullah, beberapa kali statetmen Presiden Jokowi, yang mengatakan bahwa dirinya sangat sedih melihat Indonesia selalu mengimport pangan, sehingga Jokowi memerintahkan Menteri Pertanian untuk segera melakukan swasembada pangan.

" tetapi kok tiba tiba Presiden setujui import beras, berarti ini menunjukan Presiden tidak komitmen sama yang di ucapkannya. Oleh karena itu Komunitas Anak Muhammadiyah menyayangkan kebijakan impor beras ini, sebab ini tindakan yang menzholimi rakyat kecil yaitu Petani, yang dalam bahasa Soekarno adalah kaum Marhaenisme, maka Jika kebijakan impor beras Ini tetap dilaksanakan,KAM sebagai paguyuban anak anak Muhammadiyah yang menyebar di seluruh Indonesia, akan turun ke komunitas para petani di Indonesia untuk mengajak melakukan perlawanan dengan turun ke jalan," tegasnya.

Ini sekaligus menggalang agar dalam pilpres 2019 nanti, para Peteni dan komunitas rakyat kecil di Indonesia untuk tidak kembali memilih Presiden Jokowi lagi.

"ini kita lakukan untuk menjaga kedaulatan rakyat dan NKRI di masa depan," pungkasnya.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.