Suara Pembaharu ideas 2017

Sangihe, Suarapembaharu.com - Upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sangihe untuk membangun Hotel yang berlokasi di pasar Pelabuhan Tua (Peltu) tuai sorotan dari sejumlah pedagang. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi C DPRD Sangihe
bersama Disperindag dan sejumlah perwakilan pedagang, diruang rapat paripurna DPRD Sangihe belum lama ini.


Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sangihe Velma Maheso mengatakan, sesuai petunjuk pimpinan dalam rangka pengembangan dan menunjang pariwisata Kabupaten Sangihe, tahun 2018 akan dibangun Hotel di kompleks pasar Peltu.

"Sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi pada bulan September 2017 lalu pada pedagang tentang perencanaan pemindahan. Selanjutnya kami sudah
merealisasi 58 pedagang yang ada di pasar Towoe yang terdiri dari 31 pedagang barito, 13 pedagang ikan. Dan 13 pedagang ikan ini, kami sudah mengakomodir dimeja sudah terbangun. Dan yang belum terakomodir yaitu pengguna kios ada delapan orang," jelas Maheso.

Ditambahnya,  alasan delapan pengguna kios belum terakomodir karena keterbatasan sarana prasarana. Dimana dari sisi pengaturan kami sudah mengakomodir baik itu penjual barito dan penjual ikan.

"Ini karena keterbatasan sarana prasarana. Karena delapan pedagang kios ini rencananya akan dipindahkan ke pasar Manente," katanya.

Terpisah,  salah satu pedagang di Pelabuhan Tua menolak keras jika kios mereka dipindahkan ke pasar Manente.

"Ini pembagian lapak belum maksimal dan kami sangat keberatan jika kami dipindahkan ke pasar Manente karena menurut kami tidak ada untungnya," ujar pedagang yang tidak ingin namanya dikorankan.

Menanggapi itu Ketua Komisi C DPRD Sangihe ST Makagansa meminta pemerintah untuk melakukan negosiasi kepada seluruh pedagang apakah bersedia atau tidak untuk dipindahkan.

"Ini harus dibahas secara khusus, atau dibangun secara swadaya. Dimana pemkab yang terpenting harus disediakan tempat bagi para pedagang. Dan
dinas Perindag harus mengkaji dan diatur agar tidak semrawut. Kemudian ada komunikasi terus menerus antara pedagang dan Pemkab serta meminta pemerintah memberikan kesempatan sebelum peletakan batu pertama dimulai," pungkasnya.

Reporter : Reynaldi Tulong
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.